Karma Perang Iran Dimulai? Gegara Stres Berat 7 Tentara AS Tewas Usai Saling 'Adu Jotos" di Kapal Induk Abraham Lincoln
- Istimewa/ Instagram
Siap –Tujuh tentara AS tewas bertikai alias adu jotos akibat stres penugasan 263 hari di USS Abraham Lincoln yang minim fasilitas dan hari libur.
Tujuh tentara Angkatan Laut Amerika Serikat dilaporkan tewas akibat saling baku hantam di atas kapal induk USS Abraham Lincoln.
Insiden tragis ini dipicu oleh tingkat stres berat yang dialami para awak setelah menjalani masa tugas panjang selama 263 hari di laut lepas.
Kondisi kerja yang tergolong ekstrem dan minimnya waktu istirahat diduga kuat menjadi pemicu utama meningkatnya ketegangan di antara para prajurit.
Berdasarkan laporan MS Snow, para kru kapal induk Lincoln tercatat hanya mendapatkan dua hari libur sejak bertolak dari pelabuhan asal mereka di San Diego pada bulan November.
Pihak keluarga awak kapal mengeluhkan pola kerja yang sangat menguras fisik dan mental.
Sebagian besar awak harus bekerja dalam shift panjang serta hampir tidak pernah mendapatkan hari libur.
Tekanan kerja harian tersebut kian diperparah oleh lingkungan kapal induk yang padat, bising, serta senantiasa diintai risiko kecelakaan tinggi.
Selain beban operasional yang berat, para awak juga terhimpit oleh buruknya fasilitas kelayakan hidup dan pemenuhan kebutuhan harian di atas kapal.
Keluarganya membeberkan kondisi prihatin seperti area kamar mandi yang berjamur, keterbatasan pasokan makanan, hingga antrean panjang yang mengular di toko kapal.
Produk sanitasi dasar termasuk pasta gigi, sabun, dan deodoran bahkan sering kali tidak tersedia.
Keluhan terkait pasokan logistik ini sejatinya telah mencuat sejak pertengahan masa tugas.
Pada April, keluarga para awak sempat membagikan foto yang memperlihatkan porsi makanan di kapal yang dinilai sangat sedikit dan tidak layak untuk standar konsumsi prajurit.
Kendati demikian, pejabat tinggi militer membantah tuduhan mengenai kebobrokan fasilitas tersebut.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth dan Kepala Operasi Angkatan Laut Laksamana Daryl Caudle membantah laporan itu sebagaimana disebut dalam MS Snow.
Di sisi lain, perwakilan resmi militer membenarkan adanya kendala teknis pada fasilitas sanitasi.
Juru bicara Armada ke-5 Angkatan Laut, Komandan Joseph Hontz juga mengakui terkadang ada masalah air di kapal itu.