Tanpa Banyak Drama, Mojtaba Tunjuk 6 Komandan Senior Militer Baru, Iran Bersiap Lanjut Perang?

Ilustrasi Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khameni dilaporkan telah menunjuk sejumlah komandan militer baru di tengah konflik yang tak kunjung mereda dengan AS. 

img_title Kepala Nuklir Iran Mendadak Pulang dan Batal Bicara di IAEA, Ada Apa?

Pengamat menilai, kondisi menunjukkan keseriusan Iran untuk tidak segera mengakhiri perang dengan Amerika Serikat.

Lantas benarkah ini bukti kesiapan Republik Islam untuk menghadapi perang jangka panjang dengan Washington?

img_title Pangkalan AS Diserang Iran, Citra Satelit China Jadi Sorotan

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Teheran dilaporkan kembali merombak struktur komando militernya di tengah situasi konflik yang belum sepenuhnya reda. 

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian mengganti pucuk pimpinan di Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi atau SNSC pada Minggu 9 Agustus 2026. 

img_title Perang Belum Reda, Iran Justru Buka Opsi yang Bikin Dunia Cemas

Posisi sekretaris dewan sebelumnya Mohammad Bagher Zolghadr digantikan oleh Mohsen Rezaei, salah satu orang dekat Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.

Potret Mojtaba Khamenei dan Presiden Iran

Photo :
  • Istimewa

Kemudian pada Senin, 10 Agustus 2026, Khamenei menunjuk enam komandan militer senior yang baru. 

Langkah ini dilakukan untuk membangun kembali struktur komando militer Republik Islam setelah sejumlah pejabat senior tewas dalam serangkaian serangan AS dan Israel. 

Penunjukan tersebut mencakup sejumlah posisi penting di angkatan bersenjata, seperti Kops Garda Revolusi Islam atau IRGC, serta pasukan para militer (Basij).

Dalam perombakan itu, Mojtaba Khamenei menunjuk Ali Abdollahi sebagai Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran dan Kioumars Heydari sebagai wakilnya. 

Ahmad Vahidi kemudian diangkat sebagai Panglima IRGC sekaligus mendapat kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal. 

Sementara itu, Mostafa Izadi ditunjuk sebagai Wakil Komandan IRGC, Ali Azmaei sebagai Komandan Angkatan Laut IRGC, dan Hossein Taeb sebagai Komandan Basij.

Menurut Direktur Antisemitism Research Initiative di program  Program on Extremism di George Washington University (GWU) Dr. Omar Mohammed, waktu dan bahasa dalam pengumuman tersebut dinilai memiliki makna strategis.

Menurutnya, pengumuman disampaikan dalam bahasa Inggris melalui media sosial X ketika negosiator Iran dan Oman sedang menyelesaikan pembahasan terkait koordinat rute pelayaran yang diusulkan melalui Selat Hormuz.

Mohammed menilai, urutan langkah tersebut menunjukkan Iran sedang membangun struktur komandonya terlebih dahulu sebelum menentukan langkah terkait kesepakatan apapun. 

Perombakan ini disebut tidak sekedar untuk mengisi posisi komando yang kosong.

Halaman Selanjutnya
img_title