Bukan Cuma Senjata, Konflik dengan Iran Mulai Menguras Tenaga Pasukan AS

Potret ilustrasi pasukan Amerika Serikat (AS) di laut lepas.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Ketegangan perang Iran-Amerika Serikat kini tak hanya berdampak pada strategi militer dan hubungan politik kedua negara, tetapi juga mulai dirasakan langsung oleh para personel militer AS yang menjalani penugasan berkepanjangan di laut.

img_title Korsel Terjepit di Tengah Konflik Iran-AS, Ada Tekanan dari Trump dan Ancaman Teheran

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, salah satu yang menjadi sorotan adalah kapal induk USS Abraham Lincoln.

Kapal perang yang membawa lebih dari 5.000 pelaut dan marinir tersebut harus menjalani masa tugas jauh lebih lama dari rencana awal akibat eskalasi konflik dan keterlibatan Washington dalam operasi militer di kawasan Asia Barat.

img_title Diplomasi Iran-AS Kembali Mengemuka, Nasib Selat Hormuz Ikut Dipertaruhkan

Kondisi itu kemudian memicu kekhawatiran dari keluarga para awak kapal.

Mereka mempertanyakan kesehatan, kelelahan, hingga kondisi kehidupan personel yang telah berbulan-bulan berada jauh dari rumah.

img_title Terjebak Perang Iran: Korsel Pusing Ditekan Trump tapi Nggak Sanggup Hadapi Teheran

USS Abraham Lincoln diketahui meninggalkan San Diego pada 21 November 2025.

Pada awalnya, penugasan kapal tersebut diperkirakan berlangsung sekitar tujuh bulan.

Namun, meningkatnya ketegangan dengan Iran membuat rencana tersebut berubah.

Masa operasi diperpanjang sehingga para awak harus terus menjalankan tugas di laut.

Pada 6 Juli 2026, USS Abraham Lincoln tercatat telah menghabiskan 207 hari berturut-turut di laut.

Durasi tersebut bahkan melampaui catatan yang sebelumnya dibuat USS Dwight D. Eisenhower ketika pandemi Covid-19.

Setelah mencapai 208 hari tanpa jeda panjang di laut, kapal induk tersebut kemudian sempat berlabuh di Oman.

Meski demikian, persoalan terkait kondisi para awak belum sepenuhnya berakhir.

Kekhawatiran keluarga akhirnya disampaikan secara langsung kepada pejabat Angkatan Laut AS.

Sekitar 200 anggota keluarga bertemu dengan pelaksana tugas Sekretaris Angkatan Laut AS Hung Cao pada Kamis, 6 Agustus 2026, di Pangkalan Udara Angkatan Laut North Island, San Diego.

Dalam pertemuan tersebut, keluarga mengungkapkan berbagai persoalan yang mereka khawatirkan.

Isunya mencakup kesehatan mental, kelelahan fisik, ketersediaan makanan dan kebutuhan pokok, kualitas air, hingga kondisi kehidupan para awak selama berada di kapal.

Media AS melaporkan bahwa pejabat Angkatan Laut mengakui penugasan dalam waktu panjang dapat memberikan tekanan besar kepada personel militer sekaligus keluarga yang mereka tinggalkan.

Namun hingga kini belum terdapat kepastian mengenai waktu USS Abraham Lincoln akan kembali ke Amerika Serikat.

Halaman Selanjutnya
img_title