Jalur Pasokan Lumpuh, Kapal Induk AS Hadapi Masalah Serius di Tengah Perang Iran
- Tangkapan layar YouTube Kompas
Siap – Perang Amerika Serikat (AS) dan Iran yang berlangsung berkepanjangan menimbulkan persoalan serius bagi operasional armada Washington di kawasan Timur Tengah.
Salah satu yang mendapat sorotan adalah USS Abraham Lincoln, yang disebut menghadapi tekanan logistik sekaligus persoalan kondisi awak kapal.
Kapal induk Amerika Serikat tersebut berada dalam situasi sulit setelah sejumlah fasilitas pendukung utama tidak lagi dapat digunakan secara optimal.
Kondisi itu membuat Pentagon harus mencari jalur logistik alternatif dengan jarak yang jauh dari wilayah operasi.
Menurut laporan eksklusif The New York Times yang ditulis John Ismay, mantan perwira Angkatan Laut AS, persoalan tersebut mulai muncul sejak fase awal perang.
Serangan rudal dan drone Iran disebut berdampak terhadap fasilitas militer Amerika Serikat di Bahrain.
Fasilitas tersebut selama bertahun-tahun menjadi salah satu pusat penting untuk mendukung aktivitas armada AS di kawasan Timur Tengah.
Kehilangannya membuat sistem pendukung operasi militer Washington mengalami perubahan besar.
Selain Bahrain, akses menuju Fujairah di Uni Emirat Arab juga disebut menghadapi persoalan karena kawasan tersebut berada dalam jangkauan kemampuan serangan Iran.
Situasi tersebut akhirnya mendorong Pentagon mengalihkan pusat logistik menuju Diego Garcia di Samudra Hindia.
Perubahan itu membuat jalur pasokan menjadi jauh lebih panjang.
Diego Garcia berada sekitar 2.200 mil dari Teluk Oman yang menjadi salah satu kawasan utama aktivitas militer Amerika Serikat.
Jarak tersebut membuat proses pengiriman kebutuhan operasional menjadi lebih rumit.
Dampaknya bukan hanya menyangkut peralatan dan kebutuhan logistik, tetapi juga kondisi para personel yang menjalani penugasan panjang di laut.
Persoalan tersebut kemudian mendapat perhatian sejumlah pejabat Amerika Serikat.
Senator Partai Demokrat Richard Blumenthal bahkan mengirim surat kritis kepada Menteri Perang AS Pete Hegseth.
Blumenthal menyoroti persoalan kebutuhan dasar serta kondisi psikologis sekitar 5.000 pelaut yang berada di USS Abraham Lincoln.
Para awak kapal tersebut dilaporkan telah menjalani masa penugasan di laut selama hampir sembilan bulan tanpa memperoleh kesempatan cuti.
Situasi itu menjadi perhatian karena masa penugasan yang panjang dapat meningkatkan tekanan fisik maupun mental bagi para personel militer.