Awalnya Pamer Kapal Induk Canggih, Kini 5.000 Pasukan AS Kepayahan Hadapi Perang Iran
- Istimewa
Siap – Ketegangan yang terjadi akibat perang Iran bukan cuma dirasakan kaum elit Gedung Putih Washington, tapi juga telah berimbas pada sejumlah pasukan Amerika Serikat.
Disitat dari kanal YouTube Kompas, perang yang sudah memasuki hari ke-164 ternyata bukan hanya menguras persenjataan dan kekuatan militer di medan konflik, tetapi juga mulai menimbulkan persoalan bagi para tentara yang berada jauh dari rumah.
Kapal induk Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln yang seharusnya menjadi simbol kekuatan militer AS di kawasan Asia Barat kini justru menghadapi persoalan serius.
Ini terjadi setelah menjalani penugasan yang berlangsung jauh lebih lama dari perkiraan.
Kapal yang membawa lebih dari 5.000 pelaut dan marinir itu telah berbulan-bulan berada di laut.
Kondisi tersebut membuat keluarga para awak mulai mempertanyakan berbagai hal. Lantas apa yang sebenarnya terjadi?
Selasa, 11 Agustus 2026, laporan mengenai kondisi USS Abraham Lincoln kembali menjadi sorotan.
Kapal induk tersebut meninggalkan San Diego pada 21 November 2025. Awalnya penugasan diperkirakan hanya berlangsung sekira 7 bulan.
Namun situasi berubah setelah meningkatnya konflik dan keterlibatan AS dalam operasi militer terhadap Republik Islam Iran.
Penugasan USS Abraham Lincoln pun diperpanjang, dan awak kapal kini telah menjalani tugas berbulan-bulan jauh dari rumah.
Pada 6 Juli 2026, USS Abraham Lincoln tercatat telah berada di laut selama 207 hari berturut-turut.
Angka itu bahkan melampaui rekor sebelumnya yang dipegang USS Dwight D. Eisenhower pada masa pandemi Covid-19.
Iran klaim hantam kapal induk AS, AS bantah keras.
- Kolase siap.viva
Setelah mencapai 208 hari tanpa jeda panjang di laut, kapal tersebut akhirnya sempat singgah di Oman.
Namun, persoalan mengenai kondisi para awak belum selesai.
Kekhawatiran tersebut bahkan dibawa langsung oleh keluarga para pelaut dan marinir kepada pejabat Angkatan Laut AS.
Sekira 200 anggota keluarga bertemu dengan pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Angkatan Laut AS, Hung Cao pada Kamis, 6 Agustus 2026 di Pangkalan Udara Angkatan Laut North Island, San Diego.
Dalam pertemuan itu, keluarga menyampaikan sejumlah kekhawatiran, mulai dari kesehatan mental awak kapal, kelelahan fisik, ketersediaan makanan, dan persediaan penting, kualitas air hingga kondisi kehidupan selama berada di kapal.