Sinyal Perang Panjang: Iran Bongkar Komando Militer, Awak Kapal Induk AS Malah Kena Mental!
- Istimewa
Siap –Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) semakin membulatkan tekad untuk melakoni perang berkepanjangan melawan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya.
Penasihat Utama IRGC, Brigadir Jenderal Mohammad Reza Naqdi, menegaskan bahwa pasukannya siap bertempur dalam jangka panjang sampai Presiden Amerika Serikat Donald Trump lengser dari jabatannya.
Naqdi menilai, perang berdurasi lama menjadi strategi Republik Islam Iran untuk memberikan efek jera dan kerugian finansial maupun logistik bagi musuh.
Harapannya, Washington berpikir ulang untuk kembali menyerang Teheran.
"Kapanpun situasi menuntut dan perintah dikeluarkan, kita harus mampu memperluas operasi ke wilayah musuh dan melaksanakan misi jauh dari tanah air kita sendiri," tegas Naqdi mengenai doktrin pertahanan ofensif Iran.
Ia menambahkan, konfrontasi langsung selama berbulan-bulan justru memberi pemahaman lebih jelas bagi Teheran mengenai kelemahan dan cara kerja militer AS.
Tugas IRGC saat ini adalah mematangkan kesiapan guna menggelar operasi jarak jauh pada waktu yang tepat.
Mojtaba Khamenei Tunjuk 6 Komandan Senior Baru
Sinyal keseriusan Iran dalam menghadapi konfrontasi jangka panjang semakin kuat lewat perombakan internal.
Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, dan Presiden Masoud Pezeshkian secara cepat merestrukturisasi komando militer Teheran.
Pada Minggu (9/8/2026), posisi Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) digantikan oleh Mohsen Rezaei, sosok terdekat Mojtaba Khamenei.
Tak lama setelahnya, pada Senin (10/8/2026), Khamenei resmi menunjuk enam komandan militer baru untuk mengisi kekosongan akibat serangan AS dan Israel.
Beberapa nama kunci yang mengisi posisi strategis di antaranya:
• Ali Abdollahi: Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran
• Kioumars Heydari: Wakil Kepala Staf Angkatan Bersenjata Iran
• Ahmad Vahidi: Panglima IRGC (naik pangkat menjadi Mayor Jenderal)
• Mostafa Izadi: Wakil Komandan IRGC
• Ali Azmaei: Komandan Angkatan Laut IRGC
• Hossein Taeb: Komandan Basij
Pengamat dari George Washington University (GWU), Dr. Omar Mohammed, menilai langkah ini bukan sekadar pengisian jabatan kosong.
Menurutnya, Iran justru sedang melembagakan struktur komando masa perang (Khatam Al-Anbiya) alih-alih membongkarnya sebuah indikasi kuat persiapan konfrontasi berkepanjangan.
Awak Kapal Induk USS Abraham Lincoln Didera Krisis Mental