Polisi Beberkan Kondisi 2 ABG yang Terkapar Saat Tawuran di Depok, Begini Kronologinya

Ilustrasi tawuran di Depok
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Aksi tawuran dua kelompok remaja kembali pecah di Kota Depok, Jawa Barat pada Jumat malam, 31 Oktober 2025. Akibat kejadian ini, dua korban mengalami luka cukup parah. 

img_title Wanita Ini Gagal Jadi TKW ke Jepang Gegara Nekat Aborsi

Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi mengungkapkan, aksi tawuran itu terjadi di wilayah Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Sawangan sekira pukul 20:30 WIB. 

"Jadi memang korban dan pelaku berjanjian di media sosial untuk bertemu, untuk melakukan tawuran," katanya pada Sabtu, 1 November 2025.  

img_title Lima Pelajar Diamankan Saat Hendak Tawuran Sambil Bawa Sajam

Kemudian karena kalah jumlah, korban sempat berusaha kabur mengendarai motor ke arah MTs Annur di daerah Sawangan. Namun tetap dikejar para pelaku.

"Setelah bertemu, kemudian pelaku membacok punggung korban yang berboncengan pada saat itu hingga jatuh. Nah setelah jatuh, kedua korban diketahui langsung dibacok atau dianiaya oleh para pelaku," jelas Made.  

img_title Bejat, Ayah Rudapaksa Anak dengan Iming-iming Uang Rp 200 Ribu

Saat ini, kedua korban telah menjalani perawatan intensif  rumah sakit. 

"Yang satu terluka di bagian punggung sebelah kiri, kemudian satu lagi terluka di bagian wajah ataupun ada sekujur memar di wajahnya. Kedua korban saat ini sudah dirawat di rumah sakit umum RSUD Depok."

Hal ini sekaligus memastikan, bahwa tidak benar dua remaja itu tewas dalam aksi tawuran tersebut seperti yang ramai disebarkan di media sosial. 

"Jadi kedua korban masih dalam keadaan hidup dan keduanya masih dalam perawatan di RSUD Depok."

Saat ini polisi tengah memburu para pelaku aksi tawuran tersebut. Diduga, mereka berjumlah lebih dari 10 orang. 

"Pelaku berjumlah 10 motor dapat diasumsikan bahwa memang pelaku lebih dari 10 orang. Sehingga korban merasa kalah jumlah, kemudian korban melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor, lantas dikejar, dilakukan pengejaran oleh kelompok dari pelaku," ucap Made. 

"Lebih lanjut nanti kami akan update lagi perkembangan kasus ini ya. Saat ini tim masih berusaha mengejar para pelakunya," sambung Made.