Iran Kirim Sinyal Tak Terduga, Perang dengan Amerika Bisa Segera Berakhir?

Potret ilustrasi konflik militer Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mulai membuka ruang untuk mengakhiri konflik berkepanjangan dengan Amerika Serikat.

img_title Ancaman Iran Makin Panas, Kali Ini Negara Pendukung AS Jadi Sasaran

Di tengah perang yang telah berlangsung selama berbulan-bulan, Teheran menyatakan kesiapan untuk mencari jalan keluar melalui diplomasi.

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Pezeshkian menyerukan agar peperangan antara Iran dan Amerika Serikat segera dihentikan.

img_title Heboh Presiden Iran Tiba-tiba Ingin Akhiri Perang dengan AS, Ada Apa? Heboh Presiden Iran Tiba-tiba Ingin Akhiri Perang

Pernyataan tersebut disampaikan dalam pertemuan dengan sejumlah dokter pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Melansir Al Jazeera, Pezeshkian mengatakan posisi Iran masih cukup kuat meskipun jalur perundingan dengan Washington hingga kini belum menghasilkan kesepakatan.

img_title Trump Berkali-kali Ancam Iran, Tapi Malah Mundur Saat Perang Makin Panas

Presiden Iran tersebut juga menuduh Amerika Serikat telah menyerang sejumlah fasilitas sipil, termasuk sekolah, rumah sakit, dan infrastruktur penting di negaranya.

Menurut Pezeshkian, tindakan Washington telah melewati berbagai aturan dan membuat Amerika Serikat semakin mendapat penolakan dari masyarakat internasional.

Dalam pertemuan tersebut, Pezeshkian turut mempertahankan nota kesepahaman yang sebelumnya dicapai antara Teheran dan Washington.

Sikap tersebut mendapat sorotan dari kelompok garis keras di Parlemen Iran.

Mereka menilai pemerintahan Pezeshkian telah memberikan sejumlah konsesi kepada Amerika Serikat melalui kesepakatan tersebut.

Namun, beberapa hari setelah masa berlaku nota kesepahaman berakhir, pimpinan militer Iran kembali menegaskan bahwa negaranya tetap memiliki kemampuan dan kesiapan untuk memberikan respons terhadap serangan apa pun.

Ketegangan juga masih terjadi di kawasan Selat Hormuz.

Jalur pelayaran strategis tersebut menjadi salah satu titik panas dalam konflik setelah Iran melakukan pembatasan terhadap sebagian jalur laut dan Amerika Serikat merespons dengan langkah blokade.

Untuk memastikan arus pasokan energi dunia tetap berjalan, Amerika Serikat dilaporkan melakukan pengawalan secara rahasia terhadap sejumlah kapal tanker di wilayah selatan Selat Hormuz.

Sementara itu, Oman bersama Iran berusaha membuka kembali jalur komunikasi.

Kedua pihak melakukan pembicaraan melalui sambungan telepon untuk membahas persoalan navigasi di jalur pelayaran strategis tersebut.

Namun, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjukkan sikap berbeda.

Ia mengaku tidak terlalu optimistis terhadap kemungkinan tercapainya kesepakatan dengan Teheran.

Trump bahkan mengklaim Amerika Serikat memiliki kendali penuh atas kawasan Selat Hormuz.

Halaman Selanjutnya
img_title