Ancaman Iran Makin Panas, Kali Ini Negara Pendukung AS Jadi Sasaran

Potret ilustrasi serangan Iran.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Pemerintah Iran memperingatkan negara-negara yang ikut menerapkan pembatasan ekonomi terhadap Teheran agar tidak mengambil bagian dalam langkah Amerika Serikat (AS).

img_title Jenderal Eks Pasukan Elit Iran Siapkan Ledakan Bak Gempa Bumi untuk AS

Iran bahkan menyatakan negara yang bergabung dalam tekanan ekonomi tersebut akan diperlakukan sebagai musuh.

Peringatan itu disampaikan ketika Washington tengah mendorong sejumlah negara untuk mendukung strategi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam mengisolasi perekonomian Iran.

img_title Iran Pamer Pabrik Rudal saat AS-Israel Tak Lagi Agresif

Tekanan tersebut berlangsung di tengah konflik militer antara AS dan Iran yang disebut telah mendekati bulan keenam.

Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mohsen Rezai, meminta negara-negara lain tidak mengikuti kebijakan ekonomi yang digagas Washington.

img_title Meledak! China Tegas Bela Iran Bikin Trump Panas Dingin, Beijing Tolak Mentah mentah Kampanye Perang Ekonomi AS!

"Kami menyatakan kepada semua negara... jangan bergabung dalam perang ekonomi yang dikobarkan oleh Amerika Serikat," tutur Rezai dalam siaran televisi pemerintah Iran.

Ia menegaskan, negara yang memilih menerapkan pembatasan ekonomi terhadap Iran akan menghadapi konsekuensi dari Teheran.

"Negara mana pun yang berpartisipasi dalam penerapan pembatasan ekonomi terhadap kami akan dianggap sebagai musuh," ucapnya.

Seperti diberitakan AFP, Rezai mengatakan negara-negara yang tidak bersedia menjauh dari kebijakan Amerika Serikat dapat menghadapi tindakan balasan dari Iran.

Menurutnya, Teheran berpotensi mengambil langkah yang dapat merugikan kepentingan negara-negara tersebut apabila mereka tetap mendukung tekanan ekonomi Washington.

Rezai juga menyebut Iran masih memiliki sejumlah opsi dalam menghadapi Amerika Serikat.

Ia mengklaim bahwa hingga saat ini serangan Iran belum menyasar kepentingan ekonomi milik AS.

"Sejauh ini, kami hanya menargetkan pangkalan militer, tapi jika mereka ingin menjatuhkan sanksi ekonomi kepada kami, Amerika Serikat memiliki perusahaan minyak dan ekonomi di sekitar Iran maupun di tempat lain, dan kami akan menyerang perusahaan-perusahaan tersebut," ungkap Rezai.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Teheran membuka kemungkinan memperluas sasaran konfliknya apabila Amerika Serikat melanjutkan tekanan ekonomi terhadap Iran.

Rezai bahkan mengeluarkan peringatan keras kepada Presiden Donald Trump.

Ia menyebut respons Iran akan sangat besar apabila Washington mengambil tindakan lebih lanjut terhadap negaranya.

Rezai mengancam, jika Trump "mengambil tindakan, konfrontasi kami akan bagaikan gempa bumi."

Halaman Selanjutnya
img_title