Meledak! China Tegas Bela Iran Bikin Trump Panas Dingin, Beijing Tolak Mentah mentah Kampanye Perang Ekonomi AS!

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Konflik antara Amerika Serikat dengan Iran kini memasuki babak baru, belum lama ini dikabarkan bahwa China secara tegas menolak bergabung dalam kampanye perang ekonomi Amerika Serikat terhadap Iran.

img_title "Mati Kutu" Gegara Kembali Berbuat Ulah, Netanyahu Dikuliti Media Israel, Tel Aviv Terancam Perang dengan Anggota NATO?

Dilansir dari Laporan CNBC Internasional, Beijing memilih mempertahankan hubungan strategis dan pasokan energi utamanya.

Diketahui, China mengambil posisi tegas terkait konflik terbaru Amerika Serikat dan Iran.

img_title Sanksi Baru Trump Tak Bikin Iran Gentar, Teheran Sampaikan Balasan Keras

Beijing dilaporkan tidak akan membantu Washington dalam menjalankan kampanye “perang ekonomi” terhadap Teheran.

Sebagai salah satu negara pengimpor minyak terbesar dunia, China justru memiliki kepentingan ekonomi dan energi yang kuat untuk mempertahankan hubungan erat dengan Iran.

img_title Perang dan Blokade Ekonomi AS Nggak Mempan, Iran Sebut Amerika Frustasi

Sikap strategis tersebut menjadi tantangan besar bagi pemerintahan Presiden Donald Trump yang berupaya meningkatkan tekanan terhadap Iran melalui sanksi ekonomi.

Langkah ini diambil Washington setelah pendekatan militer dinilai belum berhasil memaksa Iran membuka kembali Selat Hormuz.

Pemerintahan Trump kembali mengancam akan melakukan “perubahan rezim” di Iran, kali ini melalui tekanan ekonomi alih-alih kekuatan militer.

Menteri Keuangan AS Scott Bessent sebelumnya mendesak negara-negara lain, termasuk China, untuk ikut mengisolasi Iran melalui sanksi.

Namun, Beijing secara terbuka menolak bergabung dalam kampanye tersebut.

Penolakan Tegas dari Beijing

Seruan Washington tersebut tidak mendapat respons positif dari Beijing.

Lin Jian, juru bicara Kementerian Luar Negeri China, menegaskan posisi negaranya dalam konferensi pers pada Jumat bahwa Beijing tidak akan bekerja sama dengan upaya untuk mengisolasi Iran.

“China percaya bahwa cara militer, sanksi, dan taktik tekanan bukanlah solusi,” kata Lin kepada sebuah stasiun televisi pemerintah Iran.

“Sebaliknya, hal itu hanya akan menyebabkan eskalasi yang tidak menguntungkan siapa pun. Kami menyerukan upaya untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog dan negosiasi.”

Ketika ditanya mengenai kemungkinan dampak konflik terhadap impor energi China dari Iran, Lin kembali menegaskan sikap Beijing.

“China menentang sanksi sepihak ilegal yang tidak memiliki dasar hukum internasional dan mandat Dewan Keamanan PBB.”

Ketergantungan Energi dan Hubungan Strategis

Langkah Beijing ini didasari oleh realitas ekonomi yang nyata. China sendiri memiliki kepentingan besar terhadap pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.

Halaman Selanjutnya
img_title