Jenderal Eks Pasukan Elit Iran Siapkan Ledakan Bak Gempa Bumi untuk AS
- Istimewa
Siap – Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei menegaskan, bahwa tidak ada negara yang boleh berpartisipasi dalam perang ekonomi besutan Amerika Serikat.
Mantan panglima tertinggi pasukan elit Iran, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC itu memperingatkan, negara mana pun yang ikut memberlakukan pembatasan ekonomi terhadap Teheran akan dianggap sebagai musuh.
Jika negara-negara yang terlibat menolak untuk secara proaktif menjauhkan diri dari AS, maka Republik Islam Iran tidak akan ragu untuk mengambil tindakan yang secara langsung merugikan kepentingan negara-negara tersebut.
"Anda berpartisipasi dalam pembatasan ekonomi, kami menganggap Anda sebagai musuh. Ekonomi dan perdagangan Iran akan mempengaruhi ekonomi dunia," katanya.
Lebih lanjut Rezaei menyebut, Republik Islam masih memiliki banyak "kartu" di lengan bajunya dalam konflik tersebut.
Rezaei juga menegaskan bahwa, sejauh ini, pasukan Republik Islam telah memfokuskan serangan mereka pada pangkalan militer.
Namun, jika Washington terus memberlakukan sanksi ekonomi, strategi respons akan berubah.
Teheran memperingatkan bahwa AS saat ini memiliki banyak perusahaan minyak dan korporasi ekonomi yang beroperasi di sekitar Republik Islam dan wilayah lain.
Aset-aset tersebut bisa jadi target serangan berikutnya.
Stok rudal bawah tanah Republik Islam Iran
- Istimewa
Rezaei lantas mengancam bahwa jika Presiden Donald Trump mengambil tindakan konkret lebih lanjut, konfrontasi antara kedua pihak akan menimbulkan kehancuran dahsyat seperti gempa bumi.
"Saya akan membuat bom yang bisa menimbulkan kerusakan parah jika diledakkan," janjinya.
IRGC Siap Ladeni Perang Ekonomi AS
Sementara itu, Juru Bicara IRGC, Brigadir Jenderal Hossein Mohebbi menepis ancaman AS mengenai peningkatan perang ekonomi terhadap Teheran.
Menurut dia, itu adalah pengakuan tersirat atas kekalahan militer AS terhadap Republik Islam.
Ia mengatakan, bahwa perang ekonomi bukanlah hal baru bagi Teheran. Mohebbi mencatat, AS telah menjatuhkan sanksi terhadap sektor ekonomi Iran selama 47 tahun.
Ia meniali, apa yang dilakukan Presiden Donald Trump saat ini bertujuan untuk membentuk persepsi publik, dan menciptakan keyakinan bahwa Washington sedang unggul.
Mohebbi menegaskan bahwa IRGC telah menyiapkan skenario untuk menghadapi setiap tindakan bermusuhan terhadap Republik Islam, termasuk perang ekonomi.