Heboh Wacana Jabar Diganti Tatar Sunda, Pradi: Masih Banyak Persoalan yang Jauh Lebih Penting

Anggota DPRD Jabar Pradi Supriatna soal wacana nama Tatar Sunda
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Legislator Gerindra, Pradi Supriatna ikut angkat bicara terkait wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat (Jabar) menjadi Tatar Sunda

img_title Ketika Prabowo Semprot Para Bintang TNI, Polisi dan Jaksa: Introspeksi!

Pradi menilai, wacana tersebut tidak memiliki urgensi di tengah berbagai persoalan yang masih dihadapi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Salah satu persoalan itu di antaranya adalah tantangan fiskal.

Atas dasar itulah, perhatian pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan seharusnya difokuskan pada upaya menyelesaikan persoalan yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat.

img_title Legislator Iran Sebut Era Bullying yang Dilakukan Amerika Telah Berakhir: Kami Tidak Akan Tunduk

"Secara pribadi saya berpandangan belum saatnya mengganti atau mengubah nama Jabar. Kita harus melihat urgensinya apa? Di tengah kondisi defisit fiskal daerah, masih banyak persoalan jauh lebih penting untuk jadi perhatian bersama," katanya dikutip pada Minggu, 5 Juli 2026.

Namun demikian, Pradi tidak ingin terburu-buru menolak wacana tersebut. 

img_title Berkaca dari Perang Iran, Prabowo Borong Rudal Supersonik yang Sulit Dicegat Musuh, Ini Speknya!

"Jika mau lakukan kajian silahkan.Ikuti mekanisme dan Undang Undang," tuturnya.

Akan tetapi, Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat itu mengatakan, ada hal yang jauh lebih penting untuk dipikirkan. Menurutnya, pemerintah daerah masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. 

Mulai dari memperkuat pelayanan publik, meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan, mempercepat pembangunan infrastruktur, hingga mendorong  ekonomi masyarakat.

Pradi mengakui, dirinya telah mendengar berbagai aspirasi masyarakat, khususnya dari wilayah Depok dan Bekasi, terkait munculnya wacana perubahan nama Provinsi Jawa Barat.

Berdasarkan aspirasi yang diterimanya itu, masyarakat di wilayah justru merasa semakin diakui sebagai bagian dari Jabar di bawah kepemimpinan Gubernur Dedi Mulyadi.

"Karena itu saya melihat tidak ada persoalan mendesak terkait identitas daerah yang mengharuskan nama provinsi diubah," ujarnya.

Lebih lanjut Ketua DPC Gerindra Depok ini mengatakan, Jabar merupakan provinsi yang punya keberagaman budaya, adat istiadat, bahasa, serta karakter masyarakat. 

Keberagaman itulah yang menjadi kekayaan, sekaligus identitas yang selama ini mempersatukan masyarakat Jawa Barat.

"Keberagaman itu kekuatan dan identitas kita bersama yang harus dijaga. Saya menilai tak perlu terburu-buru membahas perubahan nama, sementara masih banyak persoalan lebih mendesak untuk diselesaikan," tegasnya.

Pradi pun berharap Pemprov Jawa Barat bersama DPRD lebih memprioritaskan kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. 

Halaman Selanjutnya
img_title