Gerakan Brebes ASRI, Menteri Jumhur: Saatnya Memuliakan Bumi
- Istimewa
Siap –Menteri Lingkungan Hidup (LH)/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Moh Jumhur Hidayat mengatakan, tidak ada satu tekad yang bisa menyatukan berbagai kekuatan kecuali tekad ingin memuliakan bumi.
"Lintas usia, lintas etnik kebudayaan, lintas agama, lintas sektoral, lintas usia, lintas intelektual, semua bisa bahu membahu bersama bersatu dalam satu tekad bersama ingin memuliakan bumi," kata Menteri Jumhur usai kegiatan Gerakan Brebes ASRI, Penanaman Pohon Mangrove di Brebes, Jumat 3 Juli 2026.
Karena itu, kata Menteri Jumhur, dirinya bangga dan bersyukur dapat berdiri bersama para kepala daerah, tokoh masyarakat, organisasi profesi, komunitas pegiat lingkungan, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, serta para relawan, semua bersatu dalam satu tekad memuliakan bumi.
"Karena bumi hanya satu dan sekarang dunia resah. Saat ini pemimpin negara-neagra di dunia resah karena bumi akan semakin panas, emisi akan terus bertambah. Apabila kita tidak bekerja untuk mengurangi emisi atau menyerap emisi yang sudah ada maka emisi akan terus bertambah," kata Menteri Jumhur.
Selain bisa mencegah abrasi, kata Jumhur Hidayat, mangrove juga bisa menekan pencemaran emisi udah dengan menyerap emisi yang ada. Penamanan mangrove perlu dilakukan karena sebanyak 30% dari 3,4 juta hektare (ha) hutan mangrove di Indonesia rusak.
"Sekitar hampir 800.000 ha mangrove di Indonesia rusak dan harus dipulihkan. Kegiatan penanaman Mangrove di Pantai Brebes ini merupakan bagian dari upaya memulihkan 800.000 ha hutan mangrove yang rusak. Saya ajak semua kelompok mari bergotong royong untuk menanam mangrove atau tumbuh-tumbuhan lain dalam rangka menghijaukan bumi," kata Jumhur Hidayat.
Menurut Menteri Jumhur, pemulihan mangrove bukan sekadar urusan lingkungan hidup.
Pemulihan mangrove adalah investasi bagi ketahanan pangan, ketahanan pesisir, kesejahteraan masyarakat, pengurangan risiko bencana, penciptaan lapangan kerja hijau, dan masa depan ekonomi biru Indonesia.
Oleh karena itu, kata Menteri Jumhur, keberhasilan tidak ditentukan oleh seberapa banyak bibit yang ditanam dalam satu hari, tetapi oleh seberapa kuat kolaborasi yang dibangun dan seberapa banyak mangrove yang tumbuh hingga memberi manfaat bagi masyarakat.