Berkaca dari Semarang, Legislator Gerindra Dorong Jalan Pemuda Jadi Ikon Kota Tua Depok
- siap.viva.co.id
Siap – Anggota Komisi IX DPR RI, Nuroji, menyambut positif agenda pesta rakyat bertajuk Festival Heritage Depok Lama.
Kegiatan yang berlangsung untuk kali pertama ini digelar dalam rangka memperingati 312 tahun sejarah Kaoem Depok.
Selain menjadi ajang mempekuat UMKM lokal, kegiatan ini sekaligus menjadi ruang perayaan warisan budaya, seni, dan keberagaman yang telah tumbuh selama lebih dari tiga abad di kota tersebut.
Rencananya, Festival Heritage Depok Lama ini akan berlangsung hari ini sampai Sabtu, 28 Juni 2026 di kawasan Jalan Pemuda.
Nuroji mengaku dirinya telah lama mendukung adanya kegiatan semacam ini. Sebab menurutnya, festival tersebut dapat menjadi alternatif destinasi wisata.
"Kalau ini ditata lebih baik, ini akan banyak daya tarik investor. Akan masuk untuk bangun tempat-tempat entertain ya, rumah makan. Wisata tuh kan harus ada amenitasnya. Kalau perlu ada bangunan hotel nanti, buat wisatawan luar negeri nginep di sini. Kayak Semarang tuh ada Hotel Kota di tengah Kota Lama," jelasnya pada Jumat, 27 Juni 2026.
Legislator Gerindra ini juga mengungkapkan, perlu ada polesan yang lebih menarik agar kawasan Depok Lama ini benar-benar menarik menjadi destinasi wisata.
"Tinggal mengembangkan saja ya, misalkan infrastrukturnya dibagusin, trotoarnya, terus bangunan-bangunan tuanya dikelola lebih baik, misalkan disewain jadi kafe-kafe tanpa merubah struktur bangunan ya, vintage-nya, kualitasnya jangan dihilangkan," ujarnya.
Nuroji memberi contoh area wisata kota tua di kawasan Semarang.
"Seperti Semarang lah, ada Kota Lama di Semarang itu bagus, dan saya sering banget ke sana dan itu menimbulkan efek domino ya secara ekonomi, pariwisatanya tumbuh, kulinernya, seniman-senimannya bisa berekspresi. Misalkan ini nanti jadi panggung utamanya di sini," kata dia.
"Tapi memang harus mengundang investor juga. Kalau pemda-nya belum mampu membangun atau yayasan, ya investor lah yang masuk, gitu," sambung dia.
Nuroji mengatakan, tadinya Semarang juga sama seperti kawasan Jalan Pemuda.
"Semarang tuh dulu juga sama kayak gini, rumah-rumah biasa, bahkan dagangnya juga di kaki lima gitu, tapi sekarang udah punya mall, punya toko-toko, punya kafe, punya tempat nongkrong, kulinernya udah bagus-bagus dengan arsitektur vintage atau heritage."