Jenderal Besar Iran Tegaskan Indonesia Adalah Teman Baik: Terutama Rakyatnya!
- Istimewa
Siap – Mantan perwira tinggi Republik Islam Iran, Brigadir Jenderal Esmail Ahmadi Moghaddam, ikut angkat bicara soal ketidak hadiran perwakilan Indonesia dalam prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
Ia menegaskan, bahwa Iran tidak mempermasalahkan absennya perwakilan atau delegasi Indonesia pada prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei di Teheran.
Moghaddam bahkan memastikan, bahwa Indonesia dan jutaan umat Muslimnya adalah sahabat dekat Iran, sehingga ketidakhadiran fisik pada rangkaian awal prosesi tidak akan merusak hubungan baik kedua negara.
“Asia Tenggara dan Indonesia merupakan salah satu basis besar Islam. Kami telah dan terus menjalin hubungan yang sangat baik,” katanya pada Minggu, 5 Juli 2026.
Lebih lanjut mantan Kepala Kepolisian Iran yang kini memimpin Universitas Pertahanan Nasional di negara tersebut menyampaikan apresiasi kepada negara-negara yang hadir, namun memaklumi pihak yang berhalangan.
Puluhan juta rakyat Iran padati prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Dia juga menekankan bahwa Indonesia dan Asia Tenggara adalah basis besar Islam yang akan terus menjalin hubungan sangat baik dengan Teheran.
“Musuh-musuh kami adalah masalah yang berbeda. Indonesia termasuk di antara teman-teman kami pemerintahnya, dan terutama rakyatnya, yang terdiri dari jutaan Muslim yang setia kepada Iran dan Islam dan kami adalah teman bangsa tersebut. Adapun bagaimana kami bermaksud untuk maju di setiap bidang dan melawan musuh.”
Indonesia Kirim Utusan Khusus
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Indonesia, Sugiono memastikan, bahwa dirinya akan menghadiri langsung proses pemakaman mendiang Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Sugiono mengatakan, sebelumnya Indonesia juga telah mengirim perwakilan melalui Duta Besar (Dubes) RI untuk Iran, Rolliansyah Soemirat untuk menghadiri proses pemakaman tersebut.
"Jadi kita menerima pemberitahuan atau undangan mengenai acara tersebut dan pada saat itu kita juga sudah mengatakan, bahwa yang mewakili Pemerintah Indonesia adalah Duta Besar Indonesia yang ada di Iran, dengan berbagai pertimbangan teknis," katanya dikutip pada Selasa, 7 Juli 2026.
Sugiono menjelaskan, ada beberapa pertimbangan RI mengirim perwakilan Dubes pada acara tersebut.
"Karena pada saat itu juga di kita melakukan persiapan kunjungan-kunjungan kenegaraan di Indonesia, dan beberapa pejabat kunci juga memiliki kesibukan yang tidak memungkinkan untuk ke sana," terangnya.