Ketika Kapolres Depok Kaget Burung yang Ikut Lomba Ini Dibandrol Setengah Miliar
- Istimewa
Siap – Polres Metro Depok menggelar lomba seni suara burung berkicau jenis Murai Batu pada Minggu, 28 Juni 2026. Kegiatan ini digelar dalam rangka menyambut HUT ke-80 Bhayangkara.
Turnamen Kicau Mania yang berlangsung di halaman parkir Polres Metro Depok itu diikuti ribuan peserta dari sejumlah daerah.
"Terima kasih kami sampaikan, ini support utama dari beliau (Pradi Supriatna) selaku Dewan Pembina di Kicau Mania di Kota Depok yang membantu kami untuk menginisiasi kegiatan ini," kata Kapolres Metro Depok Kombes Abdul Waras.
"Jadi, dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, ya tentu saja kita ingin apa yang menjadi kegembiraan kita ini bisa dirasakan oleh masyarakat," sambungnya.
Selain dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara, kegiatan ini juga sengaja digelar agar Polri semakin dekat dengan masyarakat.
"Nah, terkhusus hari ini kita lakukan kegiatan dengan teman-teman penggemar burung atau Kicau Mania. Kemudian yang kedua tentu ini sebagai sarana silaturahim, dari teman-teman para penggemar burung se-Indonesia."
Mereka yang hadir bukan hanya dari wilayah Jawa, namun juga ada yang sengaja datang jauh dari Sumatera dengan jumlah peserta mencapai 1.200 orang.
"Jadi, intinya ini kita lakukan karena kita ingin mendekatkan kepada masyarakat, bahwa di momen ini kami ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa kehadiran Polri adalah untuk masyarakat."
Lebih lanjut Kombes Abdul Waras juga sempat mengaku kaget lantaran salah satu burung yang ikut bertanding hari ini ada yang harganya dibandrol sebesar Rp500 juta.
"Kaget juga, ternyata mahal sekali. Ya itulah, apa, yang di luar perkiraan kami. Kami pikir mungkin harganya, ya paling mahal mungkin sekitar Rp20-Rp30 juta, ternyata bisa sampai Rp500 juta, luar biasa sekali," ucapnya.
"Mudah-mudahan juga ada efek domino yang kita inginkan, tadi seperti disampaikan oleh Pak Pradi, bahwa UMKM ini juga bisa merasakan manfaat dari kegiatan ini," sambungnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Barat, Pradi Supriatna menilai, event ini membuktikan bahwa Polri membuka diri untuk kegiatan yang berbasis kepada kemasyarakatan.
"Dan tentu ini kita sangat respons positif, apalagi ini event yang memang, mohon maaf, ini perlu kemampuan khusus untuk latihan-latihan Kicau Mania yang dilombakan. Dan ini kan rata-rata memang hasil budidaya, tidak dari alam. Dan ini tentu buat saya dampak-dampak lain, terutama ekonomi di wilayah ini, terutama UMKM bisa dilihat," ujarnya.