Asia Timur Memanas, Jepang Borong 400 Rudal Tomahawk, Korea Utara Auto Beralih ke Opsi Militer, Ada Apa?

Potret tangkapan layar YouTube
Sumber :
  • Istimewa/Tangkapan layar YouTube

Siap –Kawasan Asia Timur kembali diuji oleh eskalasi geopolitik yang memanas. Korea Utara (Korut) secara terbuka melayangkan ancaman militer baru terhadap Jepang, menyusul langkah Tokyo yang dinilai semakin agresif dalam meningkatkan kapasitas pertahanannya.

img_title Siap Perang Besar? Iran Siapkan Rudal Generasi Baru dengan Daya Hancur Paling Mengerikan!

Pemicu utama dari ketegangan terbaru ini adalah uji coba rudal jelajah Tomahawk (peluru kendali jarak jauh buatan Amerika Serikat) yang dilakukan oleh Jepang.

Selain itu, Pyongyang menuding Tokyo tengah mempererat aliansi trilateral bersama Amerika Serikat, sebuah langkah yang dianggap memicu pergeseran peta keamanan di Pasifik.

img_title Iran Kirim Sinyal Keras, Persenjataan Baru Disiapkan Jika Konflik Kembali Meletus

Merespons dinamika tersebut, Kim Yo Jong, adik kandung Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong Un, langsung bereaksi keras.

Sosok yang menjabat sebagai Direktur Departemen di Partai Buruh Korut ini melontarkan kritik tajam terhadap percepatan modernisasi militer Tokyo.

img_title Geger, AS Mendadak Tarik Mundur Pasukan dari Timur Tengah, Kode Trump Angkat Bendera Putih?

Ia menilai langkah tersebut berpotensi besar merusak stabilitas kawasan. Disitat dari kanal YouTube Kompas, dalam pernyataan resmi yang dirilis media pemerintah Korea Utara (KCNA), Kim Yo Jong menyebut Jepang telah mengkhianati komitmen perdamaian pasca-Perang Dunia II.

"Jepang negara penjahat perang, mempercepat transformasinya menjadi negara perang," kata adik kandung Kim Jong Un tersebut.

Pernyataan menohok itu diluncurkan hanya sehari setelah Kementerian Pertahanan Jepang menegaskan pentingnya memperkuat kekuatan militer dengan rasa urgensi tinggi.

Langkah ini diambil menyusul meningkatnya ancaman keamanan regional yang melibatkan China, Rusia, dan Korut sendiri.

Tidak berhenti di situ, Kim Yo Jong menegaskan bahwa Pyongyang tidak akan tinggal diam melihat konstelasi keamanan yang kian menyudutkan posisinya. Ia menggarisbawahi readiness Korut dalam mengambil tindakan balasan.

"Kepemimpinan Pyongyang akan menyiapkan opsi militer tambahan yang jelas disebabkan oleh transformasi Jepang. Kami tidak akan pernah menjadi pengamat pasif terhadap revolusi militer Jepang yang dapat menimbulkan ancaman serius," tegas Kim Yo Jong.

Secara bertahap, Jepang memang mulai menggeser doktrin pasifis yang dianut sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua.

Tokyo dilaporkan terus meningkatkan anggaran pertahanan, memperkuat fakta keamanan, serta mengerahkan peluncur rudal ke pulau-pulau terluarnya untuk memperkuat pertahanan perbatasan.

Dalam keterangannya, Kim Yo Jong turut menyinggung serangkaian aksi militer terkini Tokyo, termasuk uji tembak rudal jelajah jarak jauh Tomahawk dan keterlibatan Jepang dalam latihan militer gabungan yang dipimpin AS di Filipina pada Mei lalu.

Halaman Selanjutnya
img_title