Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Potret ilustrasi konflik Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengenai penguasaan Selat Hormuz berhadapan dengan kenyataan yang berbeda di lapangan.

img_title Selat Hormuz Jadi Medan Strategis, Iran Mulai Membatasi Ruang Gerak Negara Pendukung AS

Jalur strategis tersebut masih belum sepenuhnya terbuka bagi kapal-kapal yang hendak melintas.

Teheran justru menetapkan sejumlah persyaratan sebelum akses pelayaran di kawasan itu kembali dibuka.

img_title Iran Peringatkan AS, Serangan ke Aset Energi Teheran Bisa Picu Perang Lebih Luas

Iran mengajukan enam tuntutan kepada Washington, mulai dari penghentian serangan hingga pencabutan sanksi dan pemberian kompensasi atas kerusakan akibat perang.

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, posisi Iran tersebut menunjukkan bahwa Teheran belum menganggap konflik dengan Amerika Serikat telah berakhir.

img_title Iran Kecam Sikap Kanada yang Pro Amerika: Padahal Kerap Ditindas AS

Di tengah tekanan Washington yang disebut mulai mereda, Iran justru mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan konflik berkepanjangan.

Kondisi Selat Hormuz menjadi salah satu faktor penting yang dapat memengaruhi perkembangan perang sekaligus menentukan ruang gerak dalam proses perundingan antara Washington dan Teheran.

Laporan Al Jazeera pada Selasa, 11 Agustus 2026, menyebut enam tuntutan tersebut diumumkan Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran.

Persyaratan itu secara langsung berkaitan dengan persoalan utama yang menjadi sumber perselisihan antara Iran dan Amerika Serikat.

Tuntutan pertama adalah penghentian seluruh bentuk ancaman dan tekanan terhadap Republik Islam Iran.

Kedua, Teheran meminta agar serangan terhadap Iran serta kelompok sekutunya di Lebanon, Palestina, Yaman, dan Irak dihentikan secara permanen.

Syarat ketiga berkaitan langsung dengan aktivitas militer di sekitar perairan Iran.

Teheran menuntut pencabutan blokade laut Amerika Serikat terhadap pelabuhan Iran sekaligus meminta Washington menarik pasukan udara dan lautnya dari wilayah sekitar Iran.

Keempat, pemerintah Iran menuntut kompensasi atas kerusakan yang ditimbulkan oleh dua perang yang menurut Teheran dipaksakan terhadap negaranya.

Tuntutan kelima adalah pencabutan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran.

Sementara syarat keenam meminta Washington membebaskan seluruh aset Iran yang selama ini dibekukan tanpa persyaratan tambahan.

Keenam tuntutan tersebut memperlihatkan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz tidak sekadar berkaitan dengan persoalan lalu lintas kapal.

Bagi Teheran, akses pelayaran menjadi bagian dari rangkaian persoalan keamanan, ekonomi, militer, dan diplomasi yang lebih luas.

Di tengah kebuntuan tersebut, Iran menyatakan pembicaraan dengan Oman mengenai mekanisme pelayaran baru di Selat Hormuz telah memasuki tahap akhir.

Halaman Selanjutnya
img_title