Perang Berlarut-larut, Iran Klaim Kekuatan Militernya Justru Makin Teruji
- Gemini AI
Siap – Panglima Korps Garda Revolusi Islam Iran, Mayor Jenderal Ahmad Vahidi menyoroti ketahanan pasukan Iran setelah menjalani rangkaian operasi militer selama enam bulan di tengah kondisi medan dan cuaca yang disebut sangat berat.
Dalam pernyataannya, ia mengklaim operasi tersebut menunjukkan kemampuan pasukan Iran menghadapi tekanan militer dalam skala besar.
Pernyataan itu disampaikan Vahidi melalui pesan tertulis dalam rangka menyambut bulan Rabiulawal.
Dikutip dari Mehr News Agency pada Sabtu, 15 Agustus 2026, Vahidi memberikan penghargaan kepada personel yang terlibat dalam operasi selama setengah tahun tersebut.
Menurut Vahidi, para personel Iran berhasil menjalankan berbagai misi ofensif maupun defensif meski menghadapi tantangan geografis dan cuaca yang ekstrem.
Ia bahkan mengklaim pasukannya mampu membuat "militer paling bersenjata dalam sejarah dunia bertekuk lutut."
Vahidi mengatakan operasi tersebut berlangsung di sejumlah wilayah dengan karakteristik medan yang berbeda.
Di kawasan selatan, personel Iran disebut harus menghadapi suhu tinggi dan kelembapan, terutama di wilayah kepulauan serta pesisir.
Sementara di kawasan utara, pasukan menghadapi kondisi yang berlawanan.
Wilayah pegunungan di sekitar perbatasan disebut memiliki suhu yang sangat rendah sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi personel yang bertugas.
Menurut Vahidi, kemampuan personel untuk tetap menjalankan misi dalam situasi tersebut menjadi gambaran mengenai ketahanan fisik dan mental pasukan Iran.
Ia menilai keberhasilan yang diklaim tersebut tidak terlepas dari kedisiplinan, keteguhan para personel, keyakinan keagamaan, serta pengorbanan mereka yang berada di garis depan.
Dalam pesannya, Vahidi juga memberikan penghormatan kepada berbagai unsur keamanan dan militer Iran yang terlibat selama periode operasi.
Penghargaan tersebut ditujukan kepada anggota Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC, Angkatan Darat, kepolisian, Basij, kelompok masyarakat suku, hingga personel yang disebutnya sebagai "prajurit tanpa nama."
Vahidi menggambarkan keterpaduan berbagai unsur tersebut dengan merujuk pada ayat Al-Qur'an mengenai barisan yang kokoh dan saling menguatkan.
Ia menyebut perjalanan operasi selama enam bulan itu telah mendapatkan perhatian luas dan, menurut pandangannya, turut meningkatkan harapan kelompok masyarakat yang menentang dominasi kekuatan besar.