Geger, AS Mendadak Tarik Mundur Pasukan dari Timur Tengah, Kode Trump Angkat Bendera Putih?

Potret ilustrasi Presiden AS Donald Trump
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Departemen Pertahanan Amerika Serikat atau Pentagon mulai mengevaluasi ulang pengerahan kekuatan militernya di kawasan Timur Tengah setelah serangkaian markas mereka hancur diserang Iran.

img_title Selat Hormuz Jadi Medan Strategis, Iran Mulai Membatasi Ruang Gerak Negara Pendukung AS

Langkah strategis ini berpotensi mengubah peta kekuatan militer Washington yang selama bertahun-tahun mendominasi kawasan Teluk.

Kerusakan masif pada berbagai pangkalan utama justru membuka opsi pengurangan jumlah prajurit secara permanen.

img_title Iran Peringatkan AS, Serangan ke Aset Energi Teheran Bisa Picu Perang Lebih Luas

Pentagon mengindikasikan bahwa beberapa fasilitas pertahanan yang hancur tidak akan dibangun kembali dengan bentuk yang sama seperti sebelumnya.

Peninjauan mendalam ini dipimpin langsung oleh kantor kebijakan Pentagon dengan melibatkan Kepala Staf Gabungan serta Komando Pusat AS (CENTCOM).

img_title Iran Geser Strategi Hadapi AS, Balasan Lebih Berat Mulai Diperingatkan

Proses perencanaan difokuskan untuk menentukan prioritas pembangunan serta pengerahan aset di masa depan.

Seorang pejabat senior Pentagon menjelaskan bahwa Menteri Pertahanan Pete Hegseth sejauh ini belum menerbitkan perintah kajian formal.

Ia menyebut upaya tersebut sebagai perencanaan yang bijaksana (prudent planning) untuk membantu menentukan keputusan terkait pembangunan kembali pangkalan yang rusak.

"Keputusan harus dibuat terkait beberapa hal ini," kata pejabat tersebut dikutip dari Anadolu.

Dampak Konflik dan Estimasi Biaya Eskalasi konflik bersenjata dengan Iran yang berlangsung selama berbulan-bulan telah merusak berbagai infrastruktur vital milik Amerika Serikat.

Kondisi di lapangan memaksa Washington menghitung ulang efisiensi operasional dan risiko keamanan pangkalan mereka.

Sebelum peninjauan ini muncul, CENTCOM secara rutin menempatkan sekitar 40.000 personel yang tersebar di hampir 20 titik lokasi dari Yordania hingga Oman.

AS bahkan telah menambah armada kapal perang, jet tempur, dan sistem pertahanan udara, serta meluncurkan lebih dari 13.000 serangan ke Iran sejak awal tahun.

Keberadaan pangkalan permanen terbesar mereka selama ini terkonsentrasi di negara-negara Teluk, seperti markas Armada Kelima di Bahrain serta pangkalan utama Angkatan Darat dan Udara di Kuwait.

Laporan pendukung menunjukkan bahwa lebih dari 200 fasilitas militer AS mengalami kerusakan atau kehancuran selama konflik berlangsung.

Biaya perang AS diperkirakan mencapai 37,5 miliar dolar AS hingga akhir September 2026, belum termasuk estimasi pemulihan fisik pangkalan yang diproyeksikan memerlukan dana tambahan sedikitnya 5 miliar dolar AS.

Halaman Selanjutnya
img_title