Iran Sebut Tak Terkejut Hadapi Trump, Ternyata Ini Alasannya

Ilustrasi konflik Amerika Serikat dan Iran
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah Iran mengklaim melancarkan serangan terhadap pusat komando militer Amerika Serikat di Suriah.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Klaim tersebut memicu peningkatan kewaspadaan Israel yang segera mengaktifkan sistem pertahanan udaranya menyusul laporan peluncuran rudal di kawasan.

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) pada Minggu, 19 Juli 2026, mengumumkan telah melancarkan operasi yang disebut sebagai serangan mendadak terhadap pusat komando operasi khusus musuh di wilayah Al-Tanf, Suriah.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

Keterangan tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi IRGC yang kemudian dipublikasikan kantor berita pemerintah Iran, IRNA.

Dalam pernyataannya, IRGC menyebut operasi tersebut merupakan aksi balasan atas gugurnya sejumlah personel mereka di wilayah tenggara Iran.

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

Tak lama setelah pengumuman itu disampaikan, situasi keamanan di kawasan kembali memanas.

Militer Israel (IDF) mengungkapkan telah meluncurkan rudal pencegat di atas wilayah Eilat setelah rudal Iran mengarah ke Kota Aqaba di selatan Yordania.

Berdasarkan penilaian awal IDF, rudal-rudal tersebut lebih dahulu berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara milik Amerika Serikat.

Meski demikian, Israel tetap mengaktifkan sistem pertahanan Iron Dome untuk mengantisipasi serpihan rudal yang berpotensi jatuh ke wilayahnya.

IDF menyatakan tidak membunyikan sirene peringatan di Eilat karena ancaman dinilai telah berhasil ditangani.

Serpihan rudal pencegat dilaporkan jatuh di area terbuka tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan.

Di sisi lain, militer Yordania mengklaim berhasil mencegat tiga rudal balistik Iran, sementara satu rudal lainnya jatuh di kawasan terbuka.

Otoritas Yordania memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.

Perkembangan terbaru ini terjadi ketika konflik antara Washington dan Teheran masih terus berlangsung.

Amerika Serikat diketahui telah melancarkan serangan udara ke Iran selama delapan malam berturut-turut.

Washington menyatakan operasi tersebut dilakukan sebagai respons atas serangan yang menewaskan dua personel militer AS di Yordania serta menyebabkan satu prajurit lainnya hilang.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya juga mengancam akan memperluas serangan ke berbagai infrastruktur strategis Iran.

Langkah tersebut disebut sebagai upaya menekan Teheran agar melonggarkan kendalinya atas Selat Hormuz yang menjadi jalur utama distribusi energi dunia.

Halaman Selanjutnya
img_title