Iran Makin Pede Sebut Kekalahan Trump dan Netanyahu Kian Nyata
- Istimewa
Siap – Republik Islam Iran kembali mengirim pesan penuh percaya diri di tengah tensi panas menghadapi Amerika Serikat (AS).
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, Pemerintah Iran menyatakan bahwa rakyatnya akan kembali membuktikan kekuatan perlawanan.
Tak hanya itu, Teheran bahkan meyakini Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada akhirnya akan mengalami kekalahan.
Lantas apa yang sebenarnya terjadi?
Pada Minggu 19 Juli 2026, Juru Bicara Pemerintah Iran, Fatemeh Mohajerani menyampaikan pidato saat melakukan kunjungan resmi ke Provinsi Besar di selatan negara tersebut.
Pidato itu direkam di lapangan martir Rais Ali Delvari . Lokasi yang menjadi simbol perjuangan rakyat Republik Islam melawan pasukan kolonial Inggris pada masa lalu.
Rudal Iran siap hadapi Amerika Serikat
- Energy Intelligence
Dalam pidatonya, Mohajerani mengajak masyarakat mengingat kembali sejarah panjang perlawanan rakyat pusat.
Menurutnya, wilayah itu pernah berhasil mengusir penjajah Portugis maupun menghadapi kekuatan kolonial Inggris berkat persatuan rakyat.
Ia juga mengingatkan, bahwa negara ini pernah bertahan menghadapi perang melawan Irak di era Saddam Husein.
Berdasarkan pengalaman sejarah tersebut, Mohajerani mengatakan pemerintah yakin rakyatnya kembali mampu melewati konflik saat ini.
Menurutnya, dengan persatuan nasional dan keyakinan yang dimiliki masyarakat, Amerika Serikat dan Israel pada akhirnya akan mengalami nasib yang sama seperti para musuh Republik Islam di masa lalu.
Ia juga menegaskan, bahwa rakyat Iran percaya mereka akan menyaksikan kekalahan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.
Di hari yang sama, pernyataan senada juga datang dari Brigadir Jenderal Esmail Qaani, Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC.
Ia menegaskan, bahwa front perlawanan akan tetap melanjutkan apa yang ia sebut sebagai jalan perlawanan yang terhormat.
Kota rudal bawah tanah Iran
- Generated by Gemini AI
Menurutnya, seluruh komandan dan pejuang pasukan Quds tetap setia terhadap cita-cita yang diwariskan mendiang Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamenei.
Qaani juga menyatakan, bahwa perjuangan tersebut kini diteruskan di bawah kepemimpinan Pemimpin Tertinggi yang baru, Mojtaba Khamenei.
Pernyataan Qaani muncul sehari setelah Mojtaba Khamenei menyampaikan pesan kepada rakyat Iran.