Washington Mulai Khawatir, AS Ajak Negara Lain Berbagi Beban Hadapi Iran
- Tangkapan layar YouTube Kompas
Siap – Amerika Serikat mulai menggalang dukungan internasional untuk memperkuat pengamanan Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan dengan Iran.
Washington menilai jalur pelayaran yang menjadi salah satu urat nadi perdagangan energi dunia itu kini menghadapi ancaman serius sehingga diperlukan keterlibatan lebih besar dari negara-negara mitra.
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio mengatakan keamanan Selat Hormuz tidak lagi dapat dibebankan sepenuhnya kepada Washington.
Menurutnya, negara-negara yang bergantung pada jalur tersebut juga harus mengambil bagian dalam menjaga kelancaran arus perdagangan internasional.
"Jelas bahwa mereka, atau setidaknya sebagian pihak di sana, ingin mengendalikan Selat Hormuz. Mereka ingin menjadikannya sebagai alat tekanan terhadap dunia," ujar Rubio dalam keterangan resminya, seperti dikutip dari Reuters.
Rubio menilai situasi di Selat Hormuz bukan hanya persoalan antara Amerika Serikat dan Iran, melainkan telah berkembang menjadi isu yang berpotensi memengaruhi perekonomian global.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia karena menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Arab.
Sekitar seperlima konsumsi minyak harian dunia melewati kawasan tersebut sehingga setiap gangguan terhadap lalu lintas pelayaran dapat berdampak langsung terhadap harga energi dan rantai pasok internasional.
Karena itu, Washington meminta negara-negara pengguna jalur tersebut, terutama para importir minyak utama, ikut berkontribusi dalam menjaga keamanan kawasan.
"Amerika Serikat akan terus melakukan apa yang perlu dilakukan untuk melindungi pelayaran global. Namun, negara-negara lain juga harus mulai meningkatkan kontribusinya, baik berupa peralatan maupun dukungan pendanaan, agar beban ini dapat dipikul bersama," tambah Rubio.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal terbaru bahwa AS berupaya membangun koalisi internasional untuk menjaga kebebasan navigasi di Selat Hormuz di tengah meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Washington berharap negara-negara mitra tidak hanya memberikan dukungan politik, tetapi juga bantuan logistik, peralatan militer, hingga pendanaan operasional guna memastikan jalur perdagangan energi tetap aman.
Di sisi lain, situasi di Selat Hormuz dilaporkan semakin tegang setelah konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir.