Rudal Iran Hantam Pusat Komando AS di Perbatasan Zionis, Israel Siaga Satu
- Generated by Gemini AI
Siap – Republik Islam Iran kembali melaporkan bahwa mereka telah menghantam pusat komando Amerika Serikat di Suriah. Kondisi ini membuat panik Israel.
Kepanikan zionis bukan tanpa alasan. Sebab rudal yang diluncurkan Teheran menghantam dekat perbatasan Israel.
Lantas apakah konflik ini akan semakin meluas?
Disitat dari kanal YouTube Kompas, pada Minggu 19 Juli 2026, Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mengumumkan, telah melancarkan serangan yang mereka sebut sebagai serangan mendadak terhadap pusat komando operasi khusus musuh di wilayah Al-Tanf, Suriah.
Informasi itu disampaikan melalui pernyataan resmi IRGC yang kemudian diberitakan kantor berita pemerintah setempat, IRNA.
Dalam pernyataannya, IRGC menjelaskan bahwa serangan tersebut dilakukan sebagai balasan atas gugurnya sejumlah prajurit mereka di wilayah tenggara Republik Islam.
Tak lama setelah pengumuman tersebut, situasi di kawasan kembali memanas.
Militer Israel atau IDF mengatakan, mereka meluncurkan rudal pencegat di atas wilayah Eilat setelah rudal Teheran ditembakkan ke arah kota Akaba di Yordania Selatan.
Menurut penilaian awal IDF, rudal-rudal tersebut lebih dulu dicegat oleh sistem pertahanan udara milik Amerika Serikat (AS).
Namun, Israel tetap mengaktifkan sistem pertahanan iron dome untuk menghancurkan pecahan rudal yang dikhawatirkan jatuh ke wilayahnya.
IDF menjelaskan tidak ada sirine peringatan yang dibunyikan di Eilat karena ancaman dinilai sudah berhasil ditangani.
Pecahan rudal pencegat dilaporkan jatuh di area terbuka, dan tidak menyebabkan korban jiwa maupun kerusakan.
Sementara itu, militer Yordania menyatakan berhasil mencegah tiga rudal balistik Iran, sedangkan satu rudal lainnya jatuh di kawasan terbuka.
Otoritas Yordania juga memastikan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Serangan terbaru ini terjadi ketika konflik antara Washington dan Teheran masih terus berlangsung.
AS diketahui telah melancarkan serangan udara ke Iran selama 8 malam berturut-turut.
Rudal Iran siap hadapi Amerika Serikat
- Energy Intelligence
Washington menyebut operasi itu sebagai langkah untuk menghukum IRGC setelah serangan yang menewaskan dua personel militer AS di Yordania dan menyebabkan satu lainnya hilang.
Di lain sisi, Presiden AS Donald Trump sebelumnya juga mengancam akan memperluas serangan ke berbagai infrastruktur Republik Islam.