Makin Panas! Iran Serang Pusat Komando AS, Pernyataan soal Kekalahan Trump Jadi Sorotan

Potret ilustrasi perang Iran dan Amerika Serikat (AS).
Sumber :
  • siap.viva/AI

Siap – Pemerintah Iran kembali menyampaikan sikap tegas di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

img_title Kabar Stok Rudal AS Menipis Bikin Trump Murka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Sejumlah pejabat tinggi Teheran menegaskan bahwa Republik Islam siap menghadapi tekanan militer, sembari meyakini pihak lawan pada akhirnya akan mengalami kekalahan.

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, pemerintah Iran menyampaikan keyakinan bahwa semangat perlawanan rakyat tetap kuat meski konflik dengan Amerika Serikat terus memanas.

img_title Amerika Tak Lagi Punya Harga Diri, Legislator Iran Sebut Trump Cuma Diplomasi Teater

Teheran bahkan menilai Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada akhirnya akan menghadapi kegagalan dalam menghadapi Republik Islam.

Lalu bagaimana perkembangan terbaru dari konflik tersebut?

img_title Tak Sudi Amerika Desak Iran Berunding, Israel Ancam Serang Teheran Secara Brutal

Pada Minggu, 19 Juli 2026, Juru Bicara Pemerintah Iran Fatemeh Mohajerani menyampaikan pidato saat melakukan kunjungan kerja ke salah satu provinsi di kawasan selatan Iran.

Pidato tersebut disampaikan di Lapangan Martir Rais Ali Delvari, sebuah lokasi yang memiliki nilai historis sebagai simbol perjuangan rakyat Iran melawan kolonialisme Inggris.

Dalam kesempatan itu, Mohajerani mengajak masyarakat untuk mengenang sejarah panjang perjuangan bangsa Iran menghadapi berbagai ancaman dari luar.

Ia menyebut wilayah tersebut pernah berhasil mengusir penjajah Portugis dan menghadapi kekuatan kolonial Inggris berkat persatuan masyarakat.

Mohajerani juga mengingatkan bahwa Iran pernah bertahan menghadapi perang panjang melawan Irak pada masa pemerintahan Saddam Hussein.

Berbekal pengalaman sejarah tersebut, pemerintah optimistis rakyat Iran mampu melewati situasi konflik yang sedang berlangsung.

Menurutnya, persatuan nasional menjadi modal utama sehingga Amerika Serikat dan Israel diyakini akan bernasib sama seperti para musuh Republik Islam pada masa lalu.

Ia juga menegaskan bahwa rakyat Iran percaya mereka akan menyaksikan kekalahan Donald Trump dan Benjamin Netanyahu.

Pada hari yang sama, pernyataan serupa juga disampaikan Komandan Pasukan Quds Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), Brigadir Jenderal Esmail Qaani.

Qaani menegaskan bahwa front perlawanan akan terus melanjutkan perjuangan yang disebutnya sebagai jalan perlawanan yang terhormat.

Ia mengatakan seluruh komandan serta personel Pasukan Quds tetap berpegang teguh pada cita-cita yang diwariskan mendiang Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam, Ayatollah Ali Khamenei.

Halaman Selanjutnya
img_title