Iran Ungkap Strategi yang Disebut Bikin AS Gagal Mencapai Target, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Ilustrasi perang Iran vs Amerika dan Israel
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Pemerintah Republik Islam Iran mengklaim telah menyiapkan seluruh skenario menghadapi kemungkinan perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel jauh sebelum konflik terbaru pecah.

img_title Iran Tak Gentar Perang Berkepanjangan, AS Mulai Hitung Persediaan Senjata

Teheran menyebut seluruh langkah militer hingga opsi strategis telah disusun sebagai bagian dari rencana kontingensi nasional, sehingga mampu merespons cepat setiap eskalasi di kawasan.

Menteri Luar Negeri Republik Islam Iran, Abbas Araqchi, menyatakan negaranya telah mengantisipasi potensi konfrontasi dengan Amerika Serikat maupun Israel sejak lama.

img_title Iran Bertekad untuk Terus Melawan hingga AS-Israel Kalah Total

Menurutnya, berbagai rencana darurat telah disiapkan untuk menghadapi beragam kemungkinan, termasuk serangan gabungan kedua negara hingga ancaman terhadap Pemimpin Revolusi Islam.

Araqchi juga menilai serangan balasan Iran terhadap sejumlah pangkalan militer AS di kawasan telah mengubah peta keamanan regional.

img_title Di Tengah Perang Iran-AS, Kanada Dapat Sindiran Tak Terduga dari Teheran

Ia menyebut operasi tersebut memperlihatkan kemampuan Teheran melancarkan serangan di berbagai wilayah tanpa memicu respons militer yang efektif dari lawan.

"Iran telah mengantisipasi kemungkinan perang jauh-jauh hari dan telah menyusun rencana kontingensi terperinci untuk berbagai skenario, termasuk serangan gabungan AS-Israel dan bahkan upaya pembunuhan terhadap Pemimpin Revolusi Islam," katanya dikutip dari kantor berita Tasnim News pada Senin, 20 Juli 2026.

Ia menegaskan pemerintah Iran tidak pernah terkejut dengan pecahnya konflik karena seluruh perangkat pertahanan telah dipersiapkan sejak awal.

Karena itu, menurut Araqchi, negaranya mampu memberikan respons secara cepat ketika situasi berubah menjadi perang terbuka.

Meski memperkirakan potensi konflik bersenjata, Iran tetap melanjutkan perundingan dengan Amerika Serikat.

Araqchi menjelaskan langkah tersebut ditempuh untuk memaksimalkan seluruh jalur diplomasi sekaligus menunjukkan kepada komunitas internasional bahwa Teheran telah berupaya menyelesaikan persoalan secara damai.

Menurutnya, Washington terus menekan Iran agar menghentikan pengayaan uranium hingga nol persen.

Namun setelah tuntutan tersebut tidak dipenuhi melalui jalur diplomatik, Amerika Serikat disebut memilih opsi militer.

Araqchi membantah anggapan bahwa diplomasi menjadi penyebab pecahnya perang.

Ia justru menilai konflik muncul karena Amerika Serikat dan Israel meyakini kemampuan pencegahan Iran telah melemah, sebuah penilaian yang menurutnya terbukti keliru setelah Teheran mampu memberikan perlawanan dan memaksa lawan menghentikan operasi militernya.

Halaman Selanjutnya
img_title