Tunggu 3 Hari Lagi, Iran Bakal Gunakan Taktik Ofensif Habisi AS, Apa Itu?

Rudal bawah tanah Iran siap diaktifkan
Sumber :
  • Istimewa

Angkatan Darat Republik Islam menegaskan, bahwa kampanye militer ini bertujuan untuk mempertahankan identitas nasional negara, dan sejarah yang telah berlangsung ribuan tahun, serta rakyatnya yang berpedoman pada ajaran Islam. 

img_title Iran Kirim Sinyal Keras, Persenjataan Baru Disiapkan Jika Konflik Kembali Meletus

"Tidak melakukan penindasan maupun tunduk pada penindasan."

Sementara itu, Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, memperingatkan bahwa setiap tindakan agresi AS akan dibalas dengan respons yang menghancurkan.

img_title Iran dan AS Saling Tantang, Klaim Wilayah Bikin Ketegangan Makin Panas

Komandan tinggi tersebut menegaskan kembali ikrar kesetiaan Angkatan Bersenjata kepada Pemimpin Revolusi Islam dan menyebut Washington sebagai "Setan Besar".

"Kami sekali lagi menyatakan kesetiaan kami kepada Pemimpin Revolusi Islam yang bijaksana dan arif, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei, serta menegaskan kembali komitmen kami untuk menjunjung tinggi panduannya yang jelas dan mencerahkan dalam menjaga cita-cita Revolusi, juga persatuan suci dan kohesi nasional rakyat Iran, sebagai prinsip utama Angkatan Bersenjata," tulis Mayor Jenderal Abdollahi dalam pesan tersebut.

img_title Heboh California Dicaplok Jadi Bagian Wilayah Iran, Trump Auto Tantrum

"Bertindak sesuai dengan arahan dan panduan Pemimpin kami, kami juga mengingatkan Setan Besar serta musuh Amerika yang kriminal, bermuka dua, dan penuh tipu daya bahwa setiap tindakan yang didasari keserakahan, paksaan, ambisi hegemoni, atau kebrutalan akan dibalas dengan respons tegas dan menghancurkan dari para prajurit Angkatan Bersenjata yang setia, berani, dan tangguh," tambahnya.

"Kami akan membebankan biaya yang jauh lebih besar kepada mereka dibandingkan dengan kerugian yang mereka alami selama perang kedua dan ketiga yang dipaksakan terhadap kami," ujarnya, merujuk pada dua gelombang agresi besar-besaran Amerika-Israel terhadap Republik Islam tersebut.

Sembari menekankan pentingnya persatuan nasional, sang komandan mengingatkan bahwa Washington telah mengincar kohesi internal negara tersebut setelah mengalami kekalahan bertubi-tubi di medan perang saat berhadapan dengan bangsa ini.

"Oleh karena itu, menghadapi konspirasi jahat ini dan mematahkan segala harapan musuh untuk meraih keberhasilan merupakan kewajiban mendasar bagi semua pihak," tegasnya.