Iran dan AS Saling Tantang, Klaim Wilayah Bikin Ketegangan Makin Panas

Potret ilustrasi perang Iran dan Amerika Serikat (AS) yang terus berlanjut.
Sumber :
  • Gemini AI

Siap – Perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali memanas setelah kedua pihak melontarkan klaim wilayah yang saling berseberangan.

img_title Siap Perang Besar? Iran Siapkan Rudal Generasi Baru dengan Daya Hancur Paling Mengerikan!

Teheran kini membuat heboh dengan mengunggah peta California setelah Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyebut Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika Serikat.

Dikutip dari kanal YouTube Kompas, aksi saling klaim tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam hubungan Washington dan Teheran yang hingga kini masih diwarnai ketegangan.

img_title Gawat, Perang Saraf AS-Iran Memanas: California Disebut Jadi "Wilayah Baru" Teheran?

Iran diketahui merespons pernyataan Trump dengan mengunggah peta Amerika Serikat melalui akun resmi X pada Selasa, 18 Agustus 2026. 

Dalam unggahan tersebut, California diberi warna biru dan ditampilkan seolah menjadi bagian dari wilayah Republik Islam Iran.

img_title NATO Siaga Satu! Iran Ancam Hantam Pangkalan Militer AS di Eropa, Siap Perang Besar?

Aksi tersebut langsung menarik perhatian publik.

Namun, berdasarkan laporan Anadolu, unggahan peta California itu tidak disertai pernyataan resmi dari pemerintah Iran yang menyebut Teheran benar-benar akan mencaplok negara bagian tersebut.

Pemilihan California juga memiliki latar belakang demografis.

Negara bagian tersebut menjadi salah satu wilayah dengan komunitas keturunan Iran terbesar di Amerika Serikat, terutama di kawasan Los Angeles.

Data Iranian Diaspora Dashboard yang dikelola Center for Near Eastern Studies UCLA memperkirakan sekitar 141.000 warga Amerika keturunan Iran tinggal di Los Angeles County.

Komunitas diaspora Iran di California Selatan berkembang pesat setelah Revolusi Iran pada 1979.

Kawasan Westwood di Los Angeles kemudian berkembang menjadi salah satu pusat kehidupan masyarakat keturunan Iran dan dikenal dengan julukan "Tehrangeles".

Di sisi lain, kontroversi ini bermula dari pernyataan Donald Trump mengenai Selat Hormuz.

Melansir The Hill, Trump pertama kali menyampaikan gagasan mengenai Selat Hormuz pada Jumat, 14 Agustus 2026.

Dalam sebuah acara, Presiden Amerika Serikat itu menyatakan keinginannya untuk menjadikan jalur perairan strategis tersebut sebagai wilayah Amerika Serikat.

Pernyataan itu kemudian mendapat sorotan luas karena Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia dan memiliki kaitan erat dengan kepentingan energi global.

Gedung Putih pada awal pekan ini juga menyatakan Trump menyukai gagasan yang sebelumnya disampaikannya.

Bahkan, Trump mengklaim Amerika Serikat telah mengendalikan Selat Hormuz melalui blokade.

Halaman Selanjutnya
img_title