Ultimatum Keras Iran ke Amerika Serikat: Balasan Kepada "Setan Besar" Lebih Menghancurkan!

Potret ilustrasi
Sumber :
  • Istimewa

Siap –Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Iran terus menuju ke titik didih, pasalnya kedua negara tersebut kini tengah jual beli serangan hingga berdampak luas ke negara teluk lainnya.

img_title Kabar Stok Rudal AS Menipis Bikin Trump Murka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Kekinian, Angkatan Darat Republik Islam Iran secara resmi meluncurkan serangan balasan menggunakan pesawat nirawak (drone) yang menargetkan dua fasilitas militer utama milik Amerika Serikat (AS) di Kuwait.

Langkah krusial ini diambil di tengah meningkatnya tensi geopolitik kawasan Asia Barat.

img_title Amerika Tak Lagi Punya Harga Diri, Legislator Iran Sebut Trump Cuma Diplomasi Teater

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari kantor berita terkemuka Iran, Tasnim News, serangan udara presisi ini secara spesifik menyasar depot amunisi vital, sistem radar pertahanan, serta seluruh infrastruktur logistik strategis milik Washington.

Serangan terukur tersebut diklaim sebagai bentuk tanggapan langsung atas rentetan agresi mematikan yang dilakukan militer AS terhadap kedaulatan wilayah Iran sebelumnya.

img_title Tak Sudi Amerika Desak Iran Berunding, Israel Ancam Serang Teheran Secara Brutal

"Dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu, Angkatan Darat Iran menyatakan bahwa pasukannya telah menargetkan dua instalasi militer penting AS di Kuwait dalam tahapan beruntun Operasi Thunderbolt, dengan menggunakan drone bermuatan bahan peledak yang menyasar aset-aset strategis Amerika," demikian bunyi keterangan dari laporan tersebut pada Minggu, 19 Juli 2026.

Otoritas militer Teheran menegaskan bahwa serangan ini menjadi balasan setimpal atas tindakan agresif AS yang berulang kali mereduksi stabilitas wilayah Republik Islam.

Agresi tersebut dilaporkan telah menyebabkan gugurnya sejumlah warga sipil serta kehancuran masif pada berbagai infrastruktur publik dan kawasan non-militer.

"Pada tahap ke-16 operasi tersebut, Angkatan Darat menyatakan telah menyerang depot amunisi AS di Camp Udairi serta sistem radar Patriot dan radar pengawasan udara di Pangkalan Udara Ali Al-Salem, Kuwait."

Pernyataan resmi tersebut mendeskripsikan Camp Udairi sebagai salah satu pangkalan regional paling krusial bagi militer AS di kawasan tersebut.

Berlokasi strategis sekitar 104 kilometer dari perbatasan Republik Islam, instalasi ini berfungsi sebagai pusat utama untuk memobilisasi, mendukung, serta menata ulang kekuatan pasukan tempur AS.

Gangguan struktural pada pangkalan ini dipastikan bakal memberikan dampak signifikan terhadap seluruh rantai operasi dukungan militer AS di Timur Tengah.

Halaman Selanjutnya
img_title