Balas Kelakuan Trump, Mojtaba Janji Amerika Akan Menerima Pelajaran Tak Terlupakan dari Iran

Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Mojtaba Khamenei
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Mojtaba Khamenei melontarkan peringatan keras kepada Amerika Serikat atas apa yang telah terjadi belakangan ini. 

img_title Kabar Stok Rudal AS Menipis Bikin Trump Murka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Disitat dari kanal YouTube Kompas, Mojtaba menegaskan, bahwa Washington akan menerima pelajaran yang tak terlupakan dari Iran dan seluruh aliansi regionalnya.

Ancaman itu dilontarkan Mojtaba setelah menuduh AS berulang kali melanggar kesepakatan bilateral. 

img_title Amerika Tak Lagi Punya Harga Diri, Legislator Iran Sebut Trump Cuma Diplomasi Teater

Tak hanya itu, Pemimpin Tertinggi Revolusi Islam ini juga menuduh Washington berkali-kali melanggar nota kesepahaman atau MoU yang ditandatangani kedua negara.

Pernyataan tertulis yang dikaitkan dengan Mojtaba Khamenei ini dibacakan melalui televisi pemerintah setempat pada Sabtu 18 Juli 2026. 

img_title Tak Sudi Amerika Desak Iran Berunding, Israel Ancam Serang Teheran Secara Brutal

Menurut Mojtaba, pelanggaran yang dilakukan Washington terhadap nota kesepahaman bulan lalu membuktikan bahwa tanda tangan Presiden Donald Trump sama sekali tidak berharga dan tidak sah.

Dalam pernyataannya, Mojtaba Khamenei menyebut bahwa kebiadaban merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keyakinan dan doktrin Amerika.

"Bersamaan dengan peristiwa epik ini, pelanggaran perjanjian yang berulang kali dilakukan oleh setan besar terkait nota kesepahaman yang ditandatangani antara Presiden Iran dan Amerika Serikat sekali lagi membuktikan kepada semua orang, betapa tidak berharga dan tidak sahnya tanda tangan Presiden Amerika," katanya. 

"Dan bahwa intimidasi, absolutisme, dan kebrutalan adalah komponen yang tak terpisahkan dari keyakinan dan perilaku Amerika," sambung dia.

Rudal tandan Iran

Photo :
  • Istimewa

Masih dalam pernyataan yang sama, Mojtaba juga menyerukan kepada warga-nya untuk tetap waspada dan terus berperan aktif di tengah konflik yang masih berlangsung. 

Di sisi lain, Washington dilaporkan semakin meningkatkan serangannya terhadap Teheran dalam sepekat terakhir. 

Serangan itu menargetkan berbagai infrastruktur sipil termasuk jembatan, jalur kereta api, dan pabrik desainasi air. 

Sebagai balasan, Teheran disebut berhasil menyerang infrastruktur sipil sekutu AS di Kuwait.

Pihak berwenang Kuwait kemudian mengimbau warganya untuk menghemat listrik. 

Sejumlah negara di kawasan pun terus berupaya mendorong berakhirnya konflik melalui jalur diplomasi. 

Sementara itu, dalam beberapa hari terakhir muncul pula laporan bahwa kelompok Houthi di Yaman berpeluang menutup jalur pelayaran Selat Bab el-Mandeb menuju Laut Merah.

Halaman Selanjutnya
img_title