Terungkap Pemicu Tetangga Intimidasi Tetangga: Karena Diejek 'Kurang Waras'
- siapviva
Siap – Pemicu tetangga intimidasi tetangga di Jalan Keadilan, Gang At Taufiq RT 07 RW 01, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoran Mas, Depok karena saling ejek.
Kelurga Suratji diketahui sudah bertahun-tahun mendapat intimidasi dari tetangga sebelah rumahnya. Peristiwa ini sudah berlangsung sejak tahun 2024. Mereka pindah ke Depok sekitar tahun 2014.
"Tadi saya sudah menanyakan ke pihak korban, Pak Suraji, bahwa ini tadi menurut informasi dari pihak keluarga korban, bahwa ini sudah empat kali kejadian, dari 2024 informasinya. Kalau pemicunya saya juga tadi kurang tahu ya, belum begitu jelas juga.
Cuman tadi informasi dari Pak RT sendiri sebenarnya sih awalnya dari informasinya dari ejek-ejekan begitulah awalnya, seperti itu," kata Lurah Rangkapan Jaya Baru, Wahyu Syahadat, Kamis (16/7/2026).
Peristiwa ini viral di sosial media hingga diatensi oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi yang meminta agar Wali Kota Depok, Supian Suri untuk menyelesaikan persoalan ini. Dedi meminta agar persoalan yang terjadi di Depok ini segera diatasi.
Lurah pun langsung mendatangi rumah korban bersama Polsek Pancoran Mas dan Koramil Pancoran Mas untuk dapat membantu menyelesaikan masalah tersebut.
"Menurut keterangan tadi sebelum saya kemari, dari Bimas Babinsa, memang ini kejadian sudah lama, sudah beberapa kali berulang kali. Akhirnya, saya ke lokasi, karena terkait ini sudah ada laporan di media sosial maupun dapat (atensi) dari Pak Wali," ujarnya.
Mulanya, antara korban dan pelaku sudah dibantu mediasi oleh RT, RW, Bimas, maupun Babinsa. Pelaku berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Namun ternyata pelaku masih terus melakukan intimidasi terhadap keluarga Suratji.
"Hasilnya waktu itu, dari perkataan Pak RT, bahwa pihak dari itu tidak akan mengulangi lagi kembali, gitu. Nah, ini kejadian kembali lagi, seperti itu, sampai sampai viral di medsos seperti itu. Menurut informasinya seperti itu (sudah empat kali terjadi)," ungkapnya.
Wahyu menuturkan, dari informasi yang didapat, pelaku mengaku sakit hati dengan ucapan keluarga korban. Karena pelaku disebut sebagai orang kurang waras oleh korban.
"Sebenarnya sih tadi kalau Pak RT bilang ya informasinya (diejek) kurang waras atau seperti itu informasinya ya. Tapi saya kurang tahu persis ya, karena kejadiannya juga kan udah lama dari 2024, sebelum saya, tadi menurut Pak RT seperti itu. Jadi ada bilang kurang waras atau apa, ejek-ejekan seperti itu, pemicunya," pungkasnya.