Makin Panas, Aroma Balas Dendam Kian Nyata, Poster Presiden AS dalam Peti Mati Terpampang di Teheran, Matilah Trump!!
- Istimewa
Siap –Situasi di Timur Tengah kembali membara. Iran secara terang-terangan memajang poster raksasa yang memperlihatkan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, tengah terbaring di dalam peti mati di Lapangan Engelhab, Teheran, pada Rabu (15/7).
Aksi provokatif ini disertai dengan berbagai slogan anti-Trump yang mencerminkan kemarahan mendalam publik Iran.
Melansir laporan Reuters, salah satu poster dengan tegas menuliskan, "Matilah Trump!".
Sementara poster lainnya membawa pesan yang tak kalah mengerikan: "Kami akan membunuh Trump,".
Visual dalam poster tersebut dirancang sangat detail.
Gambar itu menggunakan latar pembatas area upacara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, yang disusun sedemikian rupa hingga menyerupai peti jenazah.
Wajah Trump dengan rambut pirangnya yang khas terlihat jelas, lengkap dengan posisi kedua tangan yang melipat di atas perut layaknya mayat.
Kemunculan poster ini menjadi puncak dari gelombang sentimen anti-AS yang terus memuncak di Iran.
Seruan balas dendam ini kian sering menggema sejak Gedung Putih dan Israel melancarkan operasi militer brutal di kawasan Timur Tengah.
Sebelumnya, saat prosesi pemakaman Ali Khamenei, massa juga membentangkan poster bertuliskan "We will kill Trump" di sepanjang jalan yang dilalui iring-iringan jenazah.
Berdasarkan data eskalasi konflik terkini, sentimen serupa terus menyebar luas dalam berbagai demonstrasi anti-Amerika dan Israel di seluruh penjuru negeri.
Sebagai informasi, Ali Khamenei tewas akibat serangan brutal gabungan Amerika Serikat dan sekutunya pada akhir Februari lalu.
Akibat situasi perang yang tidak menentu, Iran baru bisa menggelar prosesi pemakaman resmi sang pemimpin pada 4 Juli, sebelum akhirnya resmi dikebumikan pada 9 Juli.
Ironisnya, AS dilaporkan tetap menggempur wilayah Iran di tengah suasana berkabung tersebut.
Padahal, kedua belah pihak sebelumnya sempat menyepakati gencatan senjata dan telah meneken nota kesepahaman (MoU) untuk menghentikan pertempuran demi kemanusiaan.
Dalam beberapa hari terakhir, militer AS justru kian intensif melancarkan serangan udara ke Iran.
Alih-alih menyasar basis militer, serangan teranyar Pentagon kini mulai menyasar infrastruktur sipil vital, termasuk jalur logistik dan jembatan kereta api.