Iran Luncurkan Serangan Rudal dan Drone ke Basis AS, Ini Target yang Dihancurkan

Potret ilustrasi Konflik AS -IRAN
Sumber :
  • Istimewa

SiapIran mengklaim kembali melancarkan serangan ke fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Teluk melalui Operasi Nasr 2 (Kemenangan 2).

img_title Kabar Stok Rudal AS Menipis Bikin Trump Murka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Menurut pernyataan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC), sasaran operasi tersebut adalah Pangkalan Udara Ali al-Salem di Kuwait yang disebut menjadi lokasi penempatan pasukan AS.

Iran melancarkan serangan gabungan menggunakan rudal dan drone. IRGC menyatakan pihaknya bertanggung jawab penuh atas operasi tersebut.

img_title Amerika Tak Lagi Punya Harga Diri, Legislator Iran Sebut Trump Cuma Diplomasi Teater

"Dalam gelombang kedelapan operasi pembalasan "Nasr-2" (Kemenangan-2), Angkatan Laut dan Angkatan Dirgantara IRGC melancarkan operasi gabungan rudal dan drone pada pagi hari ini," bunyi keterangan yang dikutip pada Kamis, 16 Juli 2026.

Mengutip Tasnim News, IRGC mengklaim serangan tersebut menghantam radar peringatan dini sistem C-RAM yang berada di Pangkalan Udara Ali al-Salem, Kuwait.

img_title Tak Sudi Amerika Desak Iran Berunding, Israel Ancam Serang Teheran Secara Brutal

Selain itu, mereka juga menyebut operasi tersebut menargetkan area berkumpulnya personel militer Amerika Serikat.

Menurut IRGC, operasi tersebut merupakan respons atas serangan yang sebelumnya dilakukan Amerika Serikat terhadap sejumlah titik di pesisir selatan Republik Islam.

"Sekali lagi, kami mengingatkan rakyat Kuwait yang mulia bahwa kejahatan-kejahatan ini dilakukan oleh AS dengan menggunakan wilayah Anda untuk melawan Iran yang Muslim," tegas pernyataan itu.

"Kami berharap Anda, saudara-saudari Muslim, membersihkan negara Anda dari para agresor dan, dengan menunaikan kewajiban Islam Anda, menjaga kehormatan serta martabat sejarah Anda," sambungnya.

Pemerintah Iran juga menuduh Amerika Serikat telah melakukan berbagai pelanggaran terhadap wilayahnya sejak 7 April 2026.

Menurut klaim Teheran, pelanggaran tersebut tetap berlangsung setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gencatan senjata sepihak di tengah meningkatnya ketegangan antara kedua negara.

Iran juga menyatakan berbagai pelanggaran masih terjadi meski Washington dan Teheran telah menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan pada bulan sebelumnya.

Selain itu, Teheran menuding Amerika Serikat mengawal kapal-kapal yang tidak mengikuti jalur pelayaran yang telah ditetapkan Iran di Selat Hormuz.

"Angkatan Bersenjata Iran telah melancarkan tindakan balasan yang tegas terhadap setiap pelanggaran, termasuk tindakan yang mendukung pergerakan kapal secara ilegal di Selat Hormuz."

Di tengah meningkatnya konflik tersebut, sejumlah media internasional turut menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi Amerika Serikat dalam menghadapi Iran.

Halaman Selanjutnya
img_title