Strategi AS Hadapi Iran Jadi Sorotan, Laporan Internasional Ungkap Alasannya
- Istimewa
Siap – Konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali menjadi perhatian setelah sejumlah laporan media dan pengamat menilai Washington menghadapi tantangan besar dalam mencapai tujuan militernya.
Beberapa analisis bahkan menyebut terdapat enam faktor utama yang dinilai memengaruhi efektivitas strategi Amerika Serikat selama konflik berlangsung.
Mengutip kanal YouTube Kompas, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya disebut memperkirakan operasi militer terhadap Iran dapat diselesaikan dalam waktu sekitar empat pekan.
Namun, perkembangan di lapangan disebut tidak berjalan sesuai harapan.
Memasuki minggu ke-20 konflik, Gedung Putih dinilai masih menghadapi berbagai tantangan dalam menyusun strategi menghadapi respons Iran.
Laporan Bloomberg News menyebut kebuntuan yang dihadapi Amerika Serikat berakar pada sejumlah kesalahan perhitungan dalam proses pengambilan keputusan.
Dalam laporannya, Bloomberg menguraikan enam faktor yang dinilai menjadi penyebab rencana operasi militer Washington tidak berjalan sesuai target.
Faktor pertama berkaitan dengan asumsi bahwa operasi militer dapat diselesaikan dalam waktu singkat.
Menurut laporan tersebut, para pembuat kebijakan di Washington memperkirakan serangan udara berskala besar akan segera melemahkan kemampuan Iran hanya dalam hitungan pekan.
Namun, Iran disebut mampu memulihkan kembali jaringan komando militernya sehingga konflik berkembang menjadi perang berkepanjangan dengan biaya yang jauh lebih besar.
Faktor kedua adalah penilaian terhadap struktur pengambilan keputusan di Teheran.
Washington disebut beranggapan bahwa eliminasi sejumlah komandan senior akan melemahkan kemampuan militer Iran.
Namun, menurut analisis tersebut, kondisi di lapangan justru menunjukkan meningkatnya solidaritas domestik serta semangat perlawanan karena sistem kepemimpinan Iran dinilai bertumpu pada jaringan institusi, bukan hanya figur tertentu.
Faktor ketiga adalah kurangnya antisipasi terhadap kemungkinan terburuk.
Bloomberg menilai perhatian Washington lebih banyak diarahkan pada skenario terbaik sehingga dampak terhadap perdagangan global maupun lonjakan harga energi tidak sepenuhnya diperhitungkan.
Faktor keempat berkaitan dengan perbedaan antara tujuan strategis dan kemampuan yang tersedia.
Amerika Serikat disebut memiliki target untuk mendorong perubahan besar terhadap kebijakan Iran, tetapi pada saat yang sama tidak ingin mengambil risiko politik maupun biaya besar dengan mengirimkan pasukan darat.