Dokumen Rahasia Bocor, Dampak Perang Iran Ternyata Lebih Parah dari Klaim Israel-AS
- Istimewa
Keunggulan ini bukan hanya berada pada jarak tempuhnya.
Teheran juga memiliki pola operasi yang dirancang untuk menyulitkan sistem pertahanan lawan.
Rudal jarak pendek dapat ditembakkan beruntun untuk mempersempit waktu reaksi.
Sementara rudal jarak menengah digunakan menjangkau target yang lebih jauh di seluruh kawasan.
Pada saat yang sama, rudal jelajah dan drone diluncurkan secara bersamaan untuk membebani sistem pertahanan udara.
Analis menyebut taktik ini sebagai saturation attack.
Tujuannya bukan hanya menghancurkan target, tetapi juga memaksa sistem pertahanan menghadapi puluhan ancaman dalam waktu bersamaan.
Iran juga memiliki jaringan terowongan dan fasilitas penyimpanan rudal di bawah tanah.
Keberadaan fasilitas ini membuat kemampuan peluncuran rudal sulit diumpuhkan dalam satu gelombang serangan saja.
Dengan kondisi tersebut, memindahkan pangkalan militer belum tentu mengubah perhitungan strategis.
Pasalnya, tantangan terbesarnya bukan hanya di mana pangkalan dibangun, melainkan seberapa jabat dan seberapa presisi rudal Iran mampu menjangkau sasaranya.
Sedangkan Iran terhadap pangkalan-pangkalan Amerika Serikat memicu perdebatan baru di kalangan militer dan analis pertahanan.
Mereka menilai ancaman terbesar saat ini bukan lagi datang dari pesawat tempur, melainkan dari kombinasi rudal presisi, drone, serta dukungan teknologi pengintai modern.
Basis pertahanan Iran siap hadapi Amerika Serikat dan Israel
- Istimewa
Mantan Panglima Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) ke-14, Jenderal Kenneth F McKenzie menilai medan perang telah berubah secara mendasar.
Menurutnya, keunggulan rudal Iran tidak hanya berasal dari jarak tempuhnya, tetapi juga dari kemampuan menemukan dan mengunci sasaran lebih agresif.
Artinya, pangkalan militer yang besar dan menetap kini jauh lebih mudah dipantau dibandingkan puluhan tahun lalu.
Menurutnya, satelit militer maupun satelit komersial membuat pergerakan pasukan semakin sulit.
Kondisi itu memaksa militer Amerika memikirkan cara baru untuk bertahan.
Bukan hanya memperkuat pertahanan, tetapi juga mengubah pola penempakan pasukan.
Kenzie menyebut banyak pangkalan Amerika di kawasan Teluk hanyalah warisan strategi perang.
Pangkalan-pangkalan itu dibangun saat ancaman utamanya adalah Uni Soviet kemudian digunakanu untuk operasi di Irak dan Afghanistan.
Menurutnya kondisi itu sudah berbeda dengan ancaman yang dihadapi saat ini.