Menelisik Langkah UPN Veteran Jakarta Menuju Kampus Berkelas Dunia, Prof Venus: Visi Kita Harus Global
- siap.viva.co.id
Siap – Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, terus mempercepat langkahnya menuju kampus berkelas dunia.
Hal itu dibuktikan melalui program internasionalisasi yang dibarengi transformasi sarana dan prasarana.
Rektor UPN Veteran Jakarta, Prof Anter Venus mengatakan, sejak akhir 2022 pihaknya telah menjalankan 10 program strategis.
Di antaranya mencakup penguatan pendidikan, penelitian, kerja sama internasional, mobilitas akademik, hingga pengembangan infrastruktur kampus.
Menurutnya, posisi UPN Veteran yang berada di Jakarta sebagai pusat pemerintahan, budaya, dan pendidikan nasional menjadi modal penting untuk meningkatkan daya saing di tingkat global.
"Karena kita berada di sentrum Indonesia, di pusat budaya, pusat kekuasaan, dan pusat rujukan pendidikan, maka visi UPNVJ tidak bisa sekadar bersifat lokal atau nasional. Visi kita harus global," jelasnya dikutip pada Kamis, 2 Juli 2026.
Ia menjelaskan, internasionalisasi UPN Veteran Jakarta atau UPNVJ dibangun melalui empat tahapan, yakni preparing, engaging, enhancing, dan recognizing.
Seluruh tahapan tersebut diarahkan untuk mewujudkan UPNVJ sebagai kampus unggul, inovatif, berdaya saing internasional, sekaligus tetap berkarakter bela negara.
Meski baru berstatus perguruan tinggi negeri sejak 2014, namun pihaknya berhasil mempercepat sejumlah target yang semula diproyeksikan tercapai pada 2026.
Program internasionalisasi tersebut meliputi akreditasi internasional, pemeringkatan dunia, adjunct professor, pendanaan riset internasional, publikasi ilmiah bereputasi.
Kemudian pertukaran mahasiswa, kerja sama internasional, penerimaan mahasiswa asing, jurnal internasional, hingga penyelenggaraan kelas internasional melalui skema double degree dan joint degree.
Di bidang akreditasi, UPNVJ mencatat kemajuan signifikan. Hingga 2026, sebanyak 18 program studi atau sekitar 40 persen dari total program studi telah mengantongi akreditasi internasional melalui FIBAA, ASIIN, IABEE, dan IAHE.
"Kita sebetulnya menargetkan seluruh program ini benar-benar mencapai performa pada 2026. Namun, faktanya beberapa capaian sudah mulai terlihat sejak 2023 dan 2024. Ini menunjukkan bahwa organisasi bergerak lebih cepat daripada jadwal awal," ujarnya.
Pada sektor mobilitas akademik, UPN Veteran Jakarta telah mengirimkan 26 mahasiswa mengikuti program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) ke berbagai universitas yang masuk jajaran 100 terbaik dunia.
Di sisi lain, UPN Veteran Jakarta juga menerima mahasiswa pertukaran dari Kazakhstan, Malaysia, dan Thailand, serta mahasiswa internasional dari Timor Leste, Libya, Yaman, India, dan Pakistan.