Makin Canggih, Rudal Jelajah Iran Bikin Amerika Sulit Kabur: Bombardir Israel Cuma Butuh 12 Menit
- Istimewa
Siap – Ancaman rudal Republik Islam Iran telah membuat Amerika Serikat kewalahan. Serangan yang presisi dengan jangkauan luas telah membuat AS nyaris tak berkutik.
Kondisi ini terjadi setelah sejumlah pangkalan militer AS rusak parah akibat dihantam serangan rudal dan drone Teheran, Iran.
Dikutip dari kanal YouTube Kompas, laporan Wall Street Journal menyebut Washington kini mulai mengkaji ulang penempatan pasukannya di kawasan.
Salah satu opsi yang dibahas adalah memindahkan sebagian fungsi pangkalan lebih jauh ke arah barat.
Israel dilaporkan menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan.
Namun masalahnya, pemindahan itu belum tentu membuat pasukan AS merasa lebih aman dari bidikan Teheran.
Sebab, berdasarkan analisis Al Jazeera dan sejumlah pakar pertahanan, jangkauan rudal balistik Iran kini sudah menyelimuti seluruh kawasan Timur Tengah.
Artinya, ke manapun pangkalan itu dipindahkan belum tentu bebas dari jangkauan rudal Republik Islam tersebut.
Sementara itu, sejumlah mantan pejabat militer dan pengamat keamanan menilai, dominasi AS melalui jaringan pangkalan militer di kawasan kini mulai dipertanyakan.
Lantas seperti apa langkah Washington menghadapi kondisi saat ini? Berikut ulasan selengkapnya.
Pentagon Berencana Pindahkan Pangkalan Militer
Langkah Washington untuk memindahkan pangkalannya itu berawal dari kerusakan besar yang ditinggalkan serangan rudal dan drone Teheran.
Dilansir Wall Street Journal, skala kerusakannya disebut jauh lebih parah dari yang selama ini diungkap kepada publik.
Setidaknya ada 20 fasilitas militer Amerika Serikat di Timur Tengah terdampak serangan selama konflik berlangsung.
Salah satu yang mengalami kerusakan paling berat adalah Naval Support Activity atau NSA di Bahrain.
NSA merupakan satu-satunya markas utama angkatan laut Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Markas komando, belasan gedung hingga dua terminal komunikasi satelit dilaporkan dilaporkan mengalami kerusakan akibat rentetan serangan Iran.
Meski operasi militer tetap berjalan, sebagian besar personil sempat dievakuasi demi keamanan.
Kondisi itu membuat Pentagon mulai meninjau kembali penempatan pangkalan militernya di Timur Tengah.
Ilustrasi serangan rudal Iran ke wilayah Israel
- Istimewa
Wall Street Journal melaporkan, sejumlah pejabat pertahanan kini membahas opsi memindahkan sebagian fungsi pangkalan lebih jauh ke arah barat, dengan harapan berada di luar jangkauan, rudal, dan drone Teheran.