Polemik Misa Penghiburan Bikin Legislator PDIP Depok Meradang: Copot Itu Lurah dan Camatnya
- Istimewa
Siap – Kasus dugaan pelanggaran ibadah keagamaan yang dialami sejumlah umat Nasrani di lingkungan RT 5/9 Kelurahan Cipayung, Kota Depok telah menyita perhatian banyak pihak.
Kekinian, gilirian Anggota DPRD Depok, Hendrik Tangke Allo (HTA) yang angkat bicara. Ia menyayangkan masih adanya dugaan intoleran di tengah umat beragama.
Politisi PDI Perjuangn itu menilai, kasus seperti ini dapat mencederai wajah toleransi yang telah terjalin harmonis, terlebih di era Wali Kota Depok, Supian Suri dan Wakil Wali Kota Chandra Rahmansyah.
Menurutnya, Supian-Chandra telah berhasil menciptakan iklim toleransi di Kota Depok.
"Ya, sebenarnya sih sudah positif, ya. Ini sudah mulai di on the track lah. Artinya, sudah mulai sesuai dengan harapan rakyat, masyarakat. Tetapi kan kalau muncul hal-hal kayak begini kan berarti ada pengawasan yang enggak bener di wilayah. Siapa? Ya camat, lurah," katanya.
"Jangan sampai program komitmen SS (Supian Suri) sudah benar, tapi mereka tidak bisa menjaga itu, tidak bisa menjalankan itu di wilayahnya," sambung HTA.
Ia kembali menekankan, jangan sampai program yang bagus, dan sudah mulai terlihat di pemerintahan SS - Chandra terkait toleransi umat beragama jadi berantakan karena kinerja aparatur di bawah tidak benar.
HTA menilai, kondisi yang terjadi di Cipayung itu akibat lemahnya pengawasan tingkat lurah, dan kecamatan.
"Ya artinya mereka kurang sosialisasi di bawah. Camat, lurah kan harusnya sering-sering melakukan sosialisasi (toleransi umat beragama) itu di lingkungan," terangnya.
Mantan Ketua DPC PDIP Depok itu berpendapat, camat atau lurah bertanggungjawab penuh atas kejadian ini.
"Kalau ada pejabat yang tidak bisa melaksanakan kebijakan SS-Chandra termasuk menjaga toleransi saya minta minta merek untuk dipecat atau dimutasi dan diganti oleh pejabat yang lebih siap," tegasnya.
HTA mengimbau, agar semua pihak bisa menjaga dan menghormati perbedaan yang ada.
"Imbauan saya sih ya pemerintah di tingkatan paling bawah ya, tidak capek untuk melakukan sosialisasi di lingkungannya. Kumpulkan warga, sampaikan itu bahwa toleransi ini perlu dijaga," terangnya.
"Kalau toleransi bisa terjaga dengan baik, kan kita ke depan hidupnya lebih aman, nyaman, tenang. Bahwa ini harus kita jaga sama-sama, pemerintahan Supian Suri harus kita jaga, supaya lebih baik, kan gitu," timpalnya lagi.