Gagal Total! Pengamat UI Bongkar Misi Licik AS Curi Uranium Iran
- Istimewa
Siap – Di tengah panasnya konflik bersenjata antara Iran dan Amerika Serikat, sebuah operasi militer mencurigakan terjadi.
Dua pesawat angkut C-130 dan dua helikopter Black Hawk dikerahkan AS dengan alasan mengevakuasi pilot jet tempur yang jatuh.
Tapi pengamat intelijen senior Indonesia yakin: ini adalah kamuflase untuk misi yang jauh lebih berbahaya.
Targetnya bukan menyelamatkan nyawa, melainkan mencuri 300 kilogram uranium Iran yang sudah diperkaya hingga 60 persen.
Operasi tersebut gagal total.
Namun, kegagalannya justru membuka tabir rahasia besar: betapa dahsyatnya "senjata pamungkas" Iran yang bahkan pada level 10 persen saja sudah mampu menerangi beberapa provinsi.
Kejanggalan Armada AS: Terlalu Besar untuk Satu Pilot
Jenderal Randy George dicopot saat perang Amerika melawan Iran
- Istimewa
Amerika Serikat diduga punya rencana licik di tengah gencatan senjata dan upaya perundingan terhadap Iran.
Dugaan ini berpotensi memicu perang berkepanjangan jika terbukti benar.
Adapun dugaan itu terlihat dari kehadiran dua pesawat angkut militer jenis C-130 dan dua helikopter Black Hawk.
Kendaraan tersebut sempat dikerahkan AS dengan klaim untuk mengevakuasi pilot jet tempur yang ditembak jatuh di wilayah Iran, beberapa waktu lalu.
Namun, pasukan elite Iran, IRGC (Islamic Revolutionary Guard Corps), kembali berhasil menggagalkan upaya evakuasi tersebut dan memaksa mundur pesawat serta helikopter Black Hawk.
Analis Kajian Strategis Intelijen Universitas Indonesia (UI), Ridlwan Habib, meyakini ada misi terselubung Amerika di balik isu tersebut.
"Ini sebenarnya pesawat (C-130) yang banyak analis mengatakan adalah pesawat untuk melakukan ekstraksi uranium," katanya dikutip dari kanal YouTube tvOne.
"Jadi sebenarnya covernya itu dianggap sebagai sebuah penyelamatan pilot. Tetapi semua tahu, para pakar militer angkatan udara tahu bahwa penyelamatan itu tidak membutuhkan dua C-130 apalagi ini dan dua Black Hawk," sambungnya.
Ridlwan menduga, ini adalah salah satu cara untuk melakukan ekstraksi uranium tetapi gagal.
"Ini kamuflase dari upaya Amerika Serikat untuk mengekstraksi uranium yang ada di Isfahan," jelasnya.
Target 300 Kg: Mengapa Isfahan Menjadi Sasaran?
Protes besar di Isfahan
- Siap.viva/GlobeEyeNews
Menurut Ridlwan, memang ada satu titik ekstraksi yang harus diambil oleh AS, yakni sekitar 300 kg uranium.