AS Kerahkan 10 Ribu Tentara ke Selat Hormuz, Iran Ancam Balasan Besar

Potret Kapal Iran Berpatroli di Selat Hormuz
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Ketegangan antara Republik Islam dan Amerika Serikat mencapai titik didih baru.

img_title Ngeri, Ini Ancaman Iran ke AS: Anda Tak Akan Bisa Keluar dari 'Jurang Neraka' yang Anda Ciptakan Sendiri!

Dunia kini kembali diselimuti ancaman perang laut besar-besaran setelah AS resmi memberlakukan blokade tandingan di Selat Hormuz.

Potensi konflik bersenjata di jalur perdagangan minyak terpenting dunia ini kini bagaikan bom waktu yang siap meledak kapan saja.

img_title Serem, Iran Mulai Gunakan Rudal yang Bisa Menentukan Mangsanya Sendiri

Alih-alih mereda, situasi justru semakin memanas.

Komandan Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia Iran, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, melontarkan ultimatum keras pada Washington.

img_title Jantung Energi Iran Dibayangi Ancaman, Ledakan Misterius Muncul di Pulau Kharg

Ia memperingatkan bahwa blokade laut yang dilakukan AS merupakan pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sudah disepakati.

Lebih dari itu, Abdollahi berjanji akan membalas dengan cara yang spektakuler: mencegah semua proses ekspor dan impor di tiga jalur perairan strategis, yakni Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah.

"Jika AS yang agresif dan teroris terus melakukan tindakan ilegal dalam memberlakukan blokade maritim di kawasan ini dan menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan tanker minyak Iran, tindakan AS ini akan menjadi pendahulu pelanggaran gencatan senjata," katanya dikutip dari TasnimNews pada Kamis, 16 April 2026.

"Dan Angkatan Bersenjata Iran yang kuat tidak akan mengizinkan ekspor atau impor apa pun di wilayah Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah untuk berlanjut," sambungnya.

"Iran akan mengambil tindakan tegas untuk mempertahankan kedaulatan dan kepentingan nasionalnya," ucap Mayjen Abdollahi.

AS Kerahkan Armada Raksasa 10.000 Prajurit

Menanggapi ancaman tersebut, Amerika Serikat tidak tinggal diam.

Militer AS dikabarkan telah mengerahkan lebih dari 10.000 tentara dalam operasi blokade ini.

Jumlah tersebut bukanlah personel biasa, melainkan gabungan pasukan elit dari angkatan laut, marinir, dan angkatan udara.

Komando Pusat AS atau US CENTCOM mengonfirmasi bahwa kekuatan besar ini telah disiagakan untuk memastikan tidak ada satu pun kapal yang melanggar blokade.

Data yang dihimpun menyebutkan, AS mulai memberlakukan pembatasan terhadap seluruh kapal yang keluar masuk pelabuhan Iran sejak Senin, 13 April 2026.

Tidak hanya mengandalkan ribuan tentara, AS juga mengerahkan armada tempur yang mengerikan, terdiri dari belasan kapal perang dan puluhan pesawat tempur canggih.

Halaman Selanjutnya
img_title