Gagal Total! Pengamat UI Bongkar Misi Licik AS Curi Uranium Iran
- Istimewa
Sementara level 60 persen sudah masuk kategori HEU (Highly Enriched Uranium) yang sangat dekat dengan level senjata (90 persen).
Walaupun Iran sendiri ketika ada inspeksi dari badan atom dan energi nuklir dunia (IAEA), mereka akan selalu bilang bahwa ini bukan untuk senjata, ini hanya untuk kepentingan energi dalam negeri.
"Tetapi kalau sudah sebesar itu ya memang arahnya nanti akan menjadi senjata nuklir. Yang teranyar Iran mengatakan pengayaan uranium adalah hak damai yang tidak dapat disangkal," ucapnya.
Dampak pada Perundingan dan Masa Depan Konflik
Kegagalan misi ini dan semakin terbongkarnya siasat licik AS berpotensi menghancurkan perundingan yang tengah berlangsung.
Putaran perundingan lanjutan yang dijadwalkan terancam batal.
Para analis dari LSE (London School of Economics and Political Science) memperingatkan bahwa serangan semacam ini justru dapat mengubah Iran dari negara dengan kemampuan nuklir laten menjadi negara dengan "nuclear grievance" (keluhan nuklir).
"Ketika sebuah negara benar-benar diserang, 'bayangan kekuatan militer' bukan lagi bayangan—itu adalah kenyataan. Ini sering menghilangkan insentif untuk negosiasi pembalikan nuklir dan menggantinya dengan kebutuhan putus asa untuk pencegah yang lengkap untuk mencegah serangan lebih lanjut," tulis Dr. Rupal N. Mehta dari LSE.
Dengan kata lain, kegagalan AS mencuri uranium justru bisa memperkuat tekad Iran untuk benar-benar memiliki senjata nuklir sebagai jaminan kelangsungan hidup rezim mereka.
Dunia kini menunggu langkah selanjutnya.
Apakah Iran akan mengumumkan bukti-bukti percobaan pencurian uranium oleh AS?
Ataukah mereka memilih bungkam untuk menyembunyikan fakta bahwa stok uranium mereka sudah hampir mencapai level senjata nuklir?
Yang jelas, kegagalan misi ekstraksi uranium ini adalah pukulan telak bagi intelijen dan militer AS.
Di tengah gencatan senjata yang rapuh, AS justru ketahuan memiliki agenda terselubung.
Satu hal yang pasti: senjata pamungkas Iran—stok uranium 60 persennya—telah terbukti begitu berharga sehingga AS rela melakukan operasi paling rumit dan berbahaya di dunia untuk mendapatkannya.
Dan kekuatannya benar-benar dahsyat: bahkan pada level 10 persen saja, satu provinsi bisa terang benderang.