Gagal Total! Pengamat UI Bongkar Misi Licik AS Curi Uranium Iran
- Istimewa
Terkait hal itu, Washington membutuhkan kira-kira dua pesawat C-130 untuk membawa keluar.
Kejanggalan itulah yang mendasari kecurigaan bahwa AS datang bukan untuk misi penyelamatan pilot.
"Karena ini bertentangan dengan misi rescue. Kalau misi rescue tidak perlu dua C-130. Bahkan C-130 itu jarang sekali digunakan untuk misi rescue. Apalagi rescue-nya sudah diketahui hanya satu pilot."
Biasanya, untuk misi seperti itu hanya mengenakan dua helikopter serbu dari SOAR atau bahkan satu Black Hawk.
"Nah, ini ada dua Black Hawk dan dua C-130. Eh, satu hal yang sangat tidak lazim dan memang di sekitar wilayah dia jatuh itu dia terbakar itu adalah tempat di mana Iran melakukan penimbunan atau pengayaan uranium," terangnya.
Pakar dari lembaga terkemuka IISS (International Institute for Strategic Studies) mengonfirmasi bahwa uranium 60 persen Iran kemungkinan besar masih tersimpan atau terkubur di fasilitas yang rusak, termasuk di kompleks terowongan Isfahan yang rusak akibat serangan.
Fasilitas Isfahan memang menjadi pusat perhatian dunia.
Badan Energi Atom Internasional (IAEA) dalam laporan terbarunya mengonfirmasi bahwa material yang diperkaya hingga 20 persen dan 60 persen disimpan di kompleks terowongan Isfahan.
IAEA juga mengamati dalam citra satelit aktivitas kendaraan reguler di sekitar pintu masuk kompleks terowongan" tersebut.
Target Spesifik: Uranium 60 Persen, Cukup untuk 10 Bom Nuklir
Warisan Fatwa Nuklir Khamenei
- Siap.viva/X/@SulaimanALFAHD1
Ridlwan meyakini, AS ingin mencuri stok uranium tersebut yang pengayaannya disebut-sebut sudah mencapai level 60 persen.
"Betul (ingin mencuri). Itu adalah target dari Amerika Serikat untuk mengambil semua uranium Iran, baik itu dalam bentuk yang sudah dikayakan maupun yang belum."
Ridlwan lantas menjelaskan, uranium yang sudah dikayakan itu bentuknya bola-bola. Sedangkan yang mentah masih menjadi bentuk mineral rare.
"Ini yang kemudian saya kira Iran perlu membuka, lah ini sampai hari ini mereka belum menyatakan, bahwa itu sebenarnya adalah upaya pencurian uranium."
Menurut Ridlwan, meski Republik Islam tersebut belum membuka dugaan itu, namun banyak pakar yang meyakini bahwa ini sebenarnya adalah operasi ekstraksi uranium, bukan penyelamatan pilot pesawat yang jatuh.