Gagal Total! Pengamat UI Bongkar Misi Licik AS Curi Uranium Iran
- Istimewa
Sejarah mencatat, operasi serupa yang berhasil sekalipun (seperti operasi komando Inggris di Telemark, Norwegia pada 1943) didahului oleh kegagalan fatal pada upaya sebelumnya.
Dalam kasus Iran, medannya lebih kompleks: fasilitas bawah tanah, intelijen yang tidak jelas, dan risiko radiasi yang mematikan.
Verifikasi penghilangan uranium secara tuntas dalam serangan cepat juga dinilai tidak mungkin.
Antara Fakta dan Risiko
Jika dugaan itu terbukti dan Iran membeberkannya pada dunia maka AS akan dicap sebagai negara licik.
"Mereka meminta ada perundingan tapi di sisi lain mencoba menggunakan cara-cara militer untuk mengambil atau mencuri uranium Iran."
"Jadi memang inilah yang kita tunggu-tunggu dari pihak Iran untuk mengumumkan itu ke publik," ucap Ridlwan.
Namun di satu sisi, Iran akan blunder jika mengumumkan hal tersebut.
"Memang gini resikonya kalau ini diumumkan ke publik maka masyarakat dunia akan tahu bahwa Iran itu benar-benar masih punya stok 300 kg dengan kira-kira derajat pemuliaannya sudah 60 persen bahkan ada yang bilang sudah hampir 70 persen siap digunakan sebagai bahan reaktor senjata nuklir."
"Jadi ini memang dilematis ya. Kalau itu diakui kan berarti secara langsung Iran juga mengakui bahwa mereka masih punya dalam tanda petik senjata untuk disiapkan menjadi senjata nuklir sesuai dengan tuduhan Amerika," kata Ridlwan lagi.
"Jadi saya kira memang ya yang terbaik memang Iran mengumumkan mereka berhasil menjatuhkan apa dua pesawat C-130 dan dua Black Hawk itu," timpalnya.
Kekuatan Dahsyat Senjata Pamungkas: Cuma 10 Persen Saja Dahsyatnya Sudah Begini
Lebih jauh ia mengatakan, kadar atau level 60-70 persen itu tentu menjadi momok menakutkan bagi AS dan sekutunya.
"Sebagai patokan, pemuliaan 10 persen itu sudah cukup menjadi reaktor listrik dan bisa untuk menerangi satu provinsi, bahkan dua tiga provinsi," jelas Ridlwan.
"Jadi kalau 10 persen saja sudah begitu maka ini ya memang arahnya ke arah senjata."
Data ilmiah mendukung pernyataan ini. Uranium dengan pengayaan 3-5 persen sudah cukup untuk reaktor pembangkit listrik komersial.
Pada level 10 persen, material tersebut sudah sangat ideal untuk reaktor riset dan propulsi kapal selam nuklir.