Ketika Depok Lepas dari Jeratan Kota Intoleran

Wali Kota Depok, Supian Suri disambut ribuan warga
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Depok akhirnya bisa terlepas dari label kota intoleran. Hal itu terungkap lewat hasil kajian yang dirilis Setara Institute belum lama ini. 

img_title Legislator Gerindra Depok Respon Atensi Prabowo: 'Proyek Mercusuar' Bukan Prioritas!

"Iya saya baru dapat kabar kemarin ya dari Bu Linda (Kepala Bakesbangpol Depok), bahwa Setara Institute sudah merilis untuk indeks kota toleran," kata Wali Kota Depok, Supian Suri pada awak media, Rabu 28 Mei 2025.

Ia mengaku bersyukur atas laporan tersebut. Supian mengatakan, pihaknya sempat mencoba untuk memahami indikator kota toleran. 

img_title Cuma Butuh 2 Minggu, 'Banjir Abadi' Depok Beres Ditangan Walikota Supian

"Makanya saya sempat mengundang dari Setara Institute apa sih yang menjadi catatan terhadap Depok sampai masuk kota paling intoleran ya kemarin, atau 10 besar di paling intoleran, terus paling bawah lagi gitu ya, jadi apa sih yang membuat itu kita diskusi banyak," tuturnya. 

Menurut Supian, dari pertemuan itu, pihaknya kemudian memahami beberapa hal yang menjadi catatan selama ini. Mulai dari sisi pengambilan kebijakan dan yang lainnya. 

img_title Turnamen Golf Wali Kota Cup Jadi Momentum Atlet Depok Panaskan Mesin Jelang Porprov Jabar

"Sehingga dari situlah kita mulai membuat program atau kegiatan yang memang disesuaikan," tuturnya.

Ia menyebut, ada beberapa program atau kebijakan yang dianggap kurang tepat sehingga itu tidak bisa dilakukan lagi, khususnya di masa kepemerintahannya bersama Chandra Rahmansyah.

"Karena itu ternyata punya dampak terhadap masuk kategori Depok yang kota intoleran misalkan seperti itu, jadi ada beberapa hal yang memang kita coba sesuaikan," terangnya. 

Namun demikian, Supian tidak menjabarkan secara rinci soal kebijakan masa lalu yang dianggap salah.

"Tapi ya saya juga alhamdulillah, sekali lagi progressnya naik 16 tingkat, ya itu menjadi satu kebanggaan lah buat kita," tuturnya.

"Mudah-mudahan ini juga menjadi semangat," sambung dia.

Menurut alumni Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) ini, keberhasilan Depok lolos dari label kota intoleran tak lepas dari dukungan dan kolaborasi banyak pihak.

Termasuk di antaranya Forum Komunikasi Pimpinan Daerah atau Forkopimda,  masyarakat, termasuk instansi-instansi vertikal atau kesatuan yang ada di wilayah Depok.

"Secara umum bahwa Depok ini milik semua, semua harus dapat ruang yang sama, semua juga dapat perhatian yang sama, semua harus dirangkul, semua harus ke bagian dari satu keluarga, intinya itulah," tegasnya.

Halaman Selanjutnya
img_title