Usai Dibantai Jepang 6-0, Pelatih Malaysia Nilai Timnas Indonesia Mustahil Lolos ke Piala Dunia Jika ...
- Kolase siap.viva
Siap – Harapan Timnas Indonesia untuk tampil di Piala Dunia 2026 dinilai masih sangat jauh dari kenyataan.
Kekalahan telak 0-6 dari Jepang di laga terakhir putaran ketiga Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia memicu kritik pedas dari Pelatih Malaysia, Raja Isa Raja Akram Syah.
Menurutnya, performa Indonesia yang sangat inferior saat menghadapi Jepang menjadi cerminan bahwa skuad Garuda belum layak bersaing di level tertinggi.
Jika materi pemain tidak segera dirombak, peluang Indonesia lolos ke Piala Dunia bisa dikubur lebih awal.
“Misi Timnas Indonesia lolos ke Piala Dunia 2026. Atmosfer pertandingan lawan Jepang adalah cermin dari persaingan Piala Dunia nanti. Jika masih mengandalkan materi pemain saat ini, saya kira Timnas Indonesia sangat berat. Patrick Kluivert butuh pemain grade A,” ujar Raja Isa seperti dikutip, Jumat, 13 Juni 2025.
Bukan Soal Semangat, Tapi Kualitas
Raja Isa menekankan bahwa semangat juang saja tidak cukup.
Patrick Kluivert harus berani mengambil keputusan besar.
Ia perlu merekrut pemain berkelas internasional.
Tanpa itu, Timnas Indonesia sulit bersaing di ronde keempat.
Tahapan ini akan berlangsung jauh lebih brutal dari sebelumnya.
“Tensi pertandingan putaran keempat akan lebih tinggi lagi. Karena ini peluang terakhir bagi wakil Asia ke Piala Dunia 2026. Tim pelatih dan pemain dapat hikmah dari kekalahan atas Jepang itu,” jelasnya.
Tak Perlu Meniru Jepang, Tapi Harus Punya Standar
Meski Jepang bisa menjadi panutan, Raja Isa mengingatkan bahwa butuh waktu puluhan tahun untuk sampai di titik itu.
Maka, Timnas Indonesia harus punya standar sendiri yang realistis tapi ambisius.
“Timnas Indonesia tak harus seperti Jepang. Karena mereka butuh 20 tahun hingga bisa punya timnas kuat seperti sekarang. Tapi Patrick Kluivert harus punya ukuran ideal untuk Timnas Indonesia. Baik itu standar taktik, fisik, maupun karakter tim,” ujarnya.
Chemistry Tim Masih Nol Besar
Masalah terbesar lainnya menurut Raja Isa adalah minimnya chemistry.
Kerap terjadi bongkar-pasang pemain di setiap pemanggilan membuat hubungan antarpemain belum terbentuk kuat.
“Chemistry tak bisa dibentuk dalam waktu singkat. Karena Timnas Indonesia selalu menambah pemain baru di tiap matchday. Patrick Kluivert harus punya kerangka tim inti yang punya chemistry dan karakter kuat dulu,” tutupnya.