Susno Duadji Ungkap Kesaksian Bohong Suroto di Kasus Vina: Dulu Saya Puji Bagus Ternyata Palsu Juga

Foto Suroto dan Susno
Sumber :
  • Istimewa

SiapSusno Duadji saat ini seperti merasa tertipu dengan kesaksian Suroto di Kasus pembunuhan Vina Cirebon. Diketahui Suroto merupakan orang yang mengaku pertama kali melihat jenazah Vina dan Eky.

Update Kasus Dugaan Korupsi Bank BJB, Ini Deretan Nama yang Telah Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Kesaksiannya pernah dinilai lebih kuat oleh Susno Duadji, jika dibanding dengan kesaksian Aep dan Memel sekaligus sempat Susno bak memuji sosok Suroto atas pengakuan yang diberikannya.

Namun, terlebih dulu segala pengakuan Suroto seakan terlihat janggal di mata Susno, pasalnya pengakuan Suroto dinilainya bohong seiring dengan bergulirnya kasus kematian dua sejoli itu. 

Nama Ahok Menggema di RDP DPR RI dengan Petinggi Pertamina, Andre Rosiade: Dia Ngapain Selain Ngebacot?

"Banyak saksi-saksi yang enggak jelas, berbohong, termasuk Suroto. Yang dulu saya puji-puji bagus ternyata bohong juga Suroto," ujar Susno Duadji pada Jumat 19 Juli 2024.

Ungkap Susno yang mengakui saat Suroto pertama kali melihat jenazah Vina dan Eky di atas jembatan, padahal kejadian itu pertama kali dilaporkan warga yang datang ke Polsek Talun. 

Sidang Perdana Agak Laen, Tom Lembong Sampai Ditegur Hakim, Ternyata Gegara Ini

"Yang pertama menemukan justru orang yang melapor pada polsek kan gitu. Jadi banyak saksi ngaku-ngaku yang pertama ngaku-ngaku hebat tapi bohong juga," ucapnya.

Pria yang berasal Surakarta tersebut juga mengaku melihat korban Eky masih menggunakan helm saat tergeletak di jalan.  

"Ternyata, di fotonya helmnya sudah terbanting di jalan," kata pria yang sempat menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat pada 2008 silam. 

Selanjutnya, kebohongan lainnya ketika Suroto menyebut bahwa jarak antara tubuh Eky dan Vina sekitar enam meter. 

"Ternyata, enggak sampai enam meter. Jadi itu yang harus hati-hati kalau saksi itu suka berubah. Harus diperkuat dengan keterangan lain," pungkasnya. 

Suroto merupakan mandor desa setempat mengungkapkan di hari kejadian, 27 Agustus 2016 pukul 22.00 WIB dia tengah patroli. 

Tepat di jembatan dia melihat para pengguna jalan berhenti karena ada dua orang tergeletak. 

"Saya sampai situ menanyakan, ini kenapa pak? Saat itu tidak ada orang yang menolong," aku Suroto pada Senin 22 Juli 2024. 

Sebabnya daerah itu wilayahnya, Suroto memutuskan untuk menolong kedua korban. 

Pertama yang ditolong adalah Eky, yang posisinya lebih dekat ke trotoar pembatas jalan antara Desa Kepompongan dan Desa Kecomberan.

Sementara Vina berada 5 meter dari tubuh Eky. Ketika didekati, Suroto sempat mengajak bicara Eky, namun tidak dapat jawaban.