Ngeri! Daratan Amerika Jadi Target Rudal 'Kiamat' Iran, Negara Teluk Bakal Gelap Gulita, Rakyat AS Bakal Merasakan....
- Istimewa
Siap –Eskalasi ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru yang semakin mengkhawatirkan.
Iran disebut tengah menyiapkan proyek persenjataan strategis berupa rudal jarak jauh dengan kemampuan menjangkau langsung daratan Amerika Serikat (AS).
Mengutip laporan Iran International, proyek persenjataan ini dirancang untuk memperluas jangkauan rudal Iran hingga 15.000 kilometer (sekitar 9.300 mil).
Jika kemampuan ini terealisasi, daya jelajah tersebut membawa persenjataan Teheran jauh melampaui kawasan Timur Tengah dan membuka potensi serangan langsung ke berbagai wilayah vital di AS.
Pernyataan keras mengenai persiapan ini disampaikan oleh Abdolnabi Mousavifard, pemimpin shalat Jumat di kota Ahvaz, Iran barat daya.
Ia menegaskan bahwa Teheran sedang mempersiapkan kemampuan senjatanya agar rakyat AS merasakan langsung dampak serangan rudal dan kehancuran akibat perang.
“Kami sedang mempersiapkan diri agar rakyat Amerika juga dapat melihat bagaimana rasanya dihantam rudal dan memahami apa artinya terendam darah dan kehancuran,” ujar Abdolnabi Mousavifard.
Langkah ini menjadi sinyal kuat perluasan ancaman militer Iran. Apabila sebelumnya kemampuan ofensif Teheran lebih banyak ditujukan pada pangkalan militer AS di kawasan regional, kini fokus mereka bergeser ke daratan utama Amerika.
Selain membahas potensi rudal 15.000 kilometer, Mousavifard menyinggung persenjataan yang telah beroperasi saat ini.
Rudal berjarak tempuh 2.000 kilometer milik Iran diklaim sudah sanggup menembus wilayah Yerusalem, yang membuat seluruh kawasan Israel berada dalam jangkauan tembak.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menyerukan pembalasan terhadap musuh-musuh Teheran dan menyampaikan harapan agar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dapat dihancurkan oleh kekuatan militer Iran.
Ketegangan ini kian memuncak menyusul gertakan dari Presiden AS Donald Trump yang mengancam akan melancarkan serangan berskala besar yang disebutnya terbesar sejak Perang Dunia II dengan menyasar infrastruktur energi Iran.
Meski ancaman Trump mendapat penolakan dari sejumlah negara Arab sekutu AS, Iran tetap melayangkan peringatan balasan yang tak kalah sengit.
Teheran memperingatkan bahwa infrastruktur vital dan pembangkit listrik di negara-negara Teluk yang menampung pangkalan militer AS bisa menjadi target serangan hingga memicu pemadaman total.