Selat Hormuz Jadi Kunci, Iran dan AS Mulai Cari Jalan Keluar dari Konflik
- Pexels/Planet Volumes
Siap – Presiden Iran Masoud Pezeshkian melihat peluang tercapainya kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) semakin terbuka setelah Teheran melewati konflik dengan Washington.
Menurutnya, kondisi Iran yang dinilai semakin solid dapat menjadi modal penting untuk memasuki babak baru melalui jalur diplomasi.
Pezeshkian menilai momentum saat ini merupakan waktu yang tepat bagi Iran untuk mencari kesepakatan dengan Amerika Serikat.
Ia menyebut persatuan nasional yang terbentuk setelah perang menjadi salah satu kekuatan utama Teheran dalam menghadapi proses negosiasi.
"Ada kohesi, kekuatan, dan persatuan di negara ini. Sejauh yang saya ketahui, Iran dianggap sebagai pihak yang menang dan kuat dalam perang ini," tutur Pezeshkian kepada media Iran, seperti diberitakan Al Jazeera dikutip pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Menurut Pezeshkian, Iran dan Amerika Serikat seharusnya sejak awal membangun jalur komunikasi khusus untuk menangani setiap dugaan pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Mekanisme tersebut dinilai lebih penting dibandingkan membuka kembali ruang bagi konflik bersenjata.
"Bagaimanapun, pelanggaran terjadi dalam setiap nota kesepahaman. Pada prinsipnya, seharusnya saat itu dibentuk sebuah tim untuk menangani pelanggaran, bukan untuk berperang," paparnya.
Ia mengatakan penyelesaian terhadap persoalan yang muncul kini tengah diupayakan melalui perundingan yang berlangsung di Oman.
Teheran berharap pembicaraan tersebut dapat mengakhiri kondisi yang selama ini berada di antara situasi perang dan damai.
"Kita perlu melihat bagaimana menyelesaikannya sekarang, jika solusi memungkinkan. Hal tersebut saat ini tengah dikerjakan dalam perundingan di Oman. Insyaallah, kita akan mencapai titik di mana kita bisa keluar dari kondisi 'tidak perang maupun damai' ini," jelasnya.
Di sisi lain, Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance mengungkapkan bahwa Washington tengah berupaya memastikan kembali lancarnya distribusi minyak dan gas melalui Selat Hormuz.
Jalur strategis tersebut menjadi salah satu perhatian utama AS di tengah pembahasan antara Iran dan Oman mengenai mekanisme pelayaran.
"Kami ingin memaksimalkan jumlah minyak dan gas yang keluar dari Selat Hormuz," ucap Vance kepada Fox News, seperti diberitakan CNN.
Vance menyebut Selat Hormuz masih menjadi salah satu prioritas pemerintahan Amerika Serikat.