Jenderal AS Putar Otak Akhiri Perang Iran saat Gedung Putih Kebingungan
- Istimewa
Siap – Elit militer Amerika Serikat dilaporkan tengah berupaya keras untuk keluar dari zona perang Iran. Mereka disebut sedang putar otak untuk mencari solusi atas persoalan ini.
Disitat dari kanal YouTube Kompas, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine dikabarkan tengah mendorong pemerintahan Donald Trump untuk mencari jalan keluar dari konflik Iran yang terus berlarut.
Berdasarkan laporan media CNN pada Sabtu, 8 Agustus 2026, Caine disebut telah menyampaikan dorongan tersebut kepada pejabat Gedung Putih selama beberapa pekan terakhir.
Upaya itu turut dilakukan melalui serangkaian pertemuan tertutup, dengan sejumlah pejabat tinggi di pemerintahan AS dalam beberapa pekan terakhir.
Laporan menyebut, Caine bertemu dengan Wakil Presiden AS, JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, dan Direktur CIA, John Ratcliffe.
Tujuan dari pertemuan itu sendiri ialah menyelaraskan pandangan para pejabat pemerintahan sekaligus menunjukkan kepada Trump berbagai kemungkinan risiko apabila eskalasi terus berlanjut.
Para pejabat juga disebut membahas potensi kebuntuan yang dapat dihadapi negeri Paman Sam, jika konflik tidak segera menemui jalan keluar.
Potret ilustrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
- Istimewa
Seperti diketahui, konflik yang terjadi antara Teheran dan Washington terus berkecamuk di kawasan Timur Tengah.
Kalangan militer dan intelijen AS sendiri semakin menyadari akan keterbatasan penggunaan kekuatan udara dalam menghadapi serangan-serangan drone dan rudal Republik Islam Iran.
Militer AS menilai serangan terhadap infrastruktur Teheran saja tidak akan cukup untuk memaksa mereka menyerah.
Sebab serangan udara justru berpotensi memicu aksi balasan Teheran terhadap negara sekutu di kawasan yang tentu akan memberikan kerugian AS karena biaya perang yang terus melonjak.
Meski demikian, kesepakatan gencatan senjata dengan Iran kemungkinan bisa dicapai dalam waktu dekat, kurang lebih selama 30 hingga 60 hari.
Diplomasi Teater Donald Trump
Sementara itu, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Baqer Qalibaf, mengecam pernyataan kontradiktif Presiden AS Donald Trump tentang upaya negosiasi yang disertai dengan nada ancaman perang.
Disitat dari kantor berita Tasnim News, Qalibaf menyindir sikap Trump yang dinilai terus berubah-ubah antara ancaman aksi militer dan optimisme mengenai negosiasi.