Kabar Stok Rudal AS Menipis Bikin Trump Murka, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Potret ilustrasi Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.
Sumber :
  • Istimewa

Siap – Persediaan amunisi yang menipis kini menjadi persoalan serius bagi Amerika Serikat (AS) di tengah konflik dengan Iran.

img_title Ngeri, Ini Ancaman Iran ke AS: Anda Tak Akan Bisa Keluar dari 'Jurang Neraka' yang Anda Ciptakan Sendiri!

Isu tersebut bahkan disebut membuat Presiden AS Donald Trump geram karena terbuka ke publik pada saat Washington berusaha mempertahankan citra kekuatan militernya.

Informasi tersebut mencuat setelah sejumlah pejabat senior AS mengungkap bahwa Trump membahas persoalan stok amunisi dalam rapat kabinet yang berlangsung di Camp David pekan lalu.

img_title Serem, Iran Mulai Gunakan Rudal yang Bisa Menentukan Mangsanya Sendiri

Pembahasan itu dikonfirmasi oleh enam sumber yang mengetahui langsung jalannya pertemuan tersebut, sebagaimana dilaporkan CNN.

Sejumlah sumber mengatakan Trump sebenarnya telah mengetahui adanya potensi persoalan terkait ketersediaan amunisi.

img_title Jantung Energi Iran Dibayangi Ancaman, Ledakan Misterius Muncul di Pulau Kharg

Karena itu, pemberitaan mengenai kondisi tersebut bukan sesuatu yang mengejutkan bagi sang presiden.

Namun, kemarahan Trump disebut muncul karena informasi mengenai keterbatasan stok senjata tersebut terungkap ketika konflik dengan Iran memasuki momentum penting.

Isu itu pun semakin menjadi perhatian publik dan berpotensi memengaruhi posisi Washington dalam menghadapi Teheran.

Di tengah situasi tersebut, AS tetap berupaya menunjukkan bahwa kekuatan militernya masih berada dalam kondisi siap.

Trump bahkan membantah anggapan bahwa negaranya mengalami kekurangan amunisi secara keseluruhan.

"AS memiliki persediaan 'amunisi' dalam jumlah sangat besar, terutama untuk jenis-jenis tertentu," tulis Trump di Truth Social pada Kamis, tengah malam.

"Selain itu, jumlah besar sedang diproduksi dan dikirim ke AS sesuai kebutuhan. Perusahaan-perusahaan pertahanan sedang membangun jumlah pabrik dan fasilitas produksi terbanyak dalam sejarah negara kita."

Meski menyampaikan bantahan tersebut, pernyataan Trump juga menunjukkan bahwa persoalan stok senjata tertentu memang menjadi perhatian.

Pasokan sejumlah amunisi canggih disebut lebih terbatas dibandingkan jenis persenjataan lainnya.

Trump bahkan mengancam akan memberikan hukuman berat kepada pihak yang membocorkan informasi mengenai kondisi persediaan amunisi militer AS.

"Sejauh ini, kemarahan presiden tidak ditujukan secara khusus kepada Menteri Pertahanan Pete Hegseth," demikian ditegaskan oleh para pejabat Gedung Putih.

Dalam unggahan lainnya melalui Truth Social pada Kamis, Trump justru menyatakan kepuasannya terhadap kinerja Pete Hegseth.

"Dia tidak pernah menyalahkan Pete. Masalah ini sepenuhnya mengenai pihak yang membocorkan informasi," ujar seorang pejabat.

Halaman Selanjutnya
img_title